HETANEWS.COM

ravio patra

Ravio Patra Diperiksa Polisi 4 Jam soal Dugaan Peretasan WA
Peneliti kebijakan publik dan pegiat advokasi legislasi Ravio Patra memenuhi panggilan kepolisian untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan peretasan WhatsApp (WA)...
Aktivis demokrasi Ravio Patra menilai penangkapan dirinya oleh oknum aparat kepolisian janggal dan cacat hukum. Pasalnya, aparat tidak menyertakan surat penangkapan yang jelas.
Sejak tahun lalu, kepolisian rajin menjemput paksa aktivis dan pegiat hak asasi manusia (HAM) yang doyan mengkritik kebijakan pemerintah.
Hampir dua puluh dua tahun setelah adanya reformasi, identitas sebagai aktivis pernah melewati masa kelam saat Indonesia masih di bawah kepemimpinan Suharto.
Legislation Advocacy, Ravio Patra, saat ditangkap Polda Metro Jaya, Rabu (23/4) sempat mengaku WhatsAppnya diretas.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, sebagai negara demokrasi, pemerintah Indonesia menyadari keniscayaan adanya kritik.
Humas Mabes Polri, Argo Yuwono, menyatakan polisi menangkap RPS di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2929) malam.
Polda Metro Jaya telah membebaskan aktivis Ravio Patra setelah menjalani pemeriksaan atas dugaan penghasutan kekerasan. Tim pengacara Ravio menyebut ada sejumlah kejanggalan kasus tersebut.
Peneliti kebijakan publik dan pegiat advokasi legislasi Ravio Patra dikabarkan ditangkap pihak kepolisian pada Rabu (22/4) malam.
Anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC) Ravio Patra ditangkap polisi. Ravio ditangkap pada Rabu (22/4) malam.