Mon 22 Apr 2019

Polresta Blitar

Ditanya Pesan untuk Ibunya, Aris Pembunuh Mayat dalam Koper Pejamkan Mata
Isak tangis Aris Sugianto (34) tak dapat lagi dibendung saat di hadapan wartawan. Terlebih saat ditanya alasannya membunuh kekasihnya, Budi Hartanto (28).
Ada fakta-fakta menarik sebelum Aris Sugianto dan Azis Prakoso membunuh dan memutilasi Budi Hartanto yang kini dikenal sebagai kasus mayat dalam koper.
Salah satu pemutilasi mayat dalam koper, AS atau Aris Sugianto (34) menangis sesenggukan. Aris menangis saat polisi menggelar jumpa pers dengan wartawan.
Motif sebenarnya dalam pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper terungkap. Pembunuhan ini terjadi karena ada hubungan antara pelaku dan korban.
Seorang wanita berkerudung putih tampak keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Blitar. Wajahnya kuyu dan lelah dengan semua yang dirasakan.
Dugaan motif pembunuhan Budi Hartanto (28), mayat dalam koper koper, semakin mengerucut. Polisi menduga ada tiga motif pelaku.
Budi Hartanto yang menjadi korban pembunuhan di Blitar. Jasad pria yang dimasukkan koper diduga mengalami perlakuan sadis. Korban dibunuh dengan dipenggal kepalanya.
Sebuah rumah di Jalan Cokroaminoto, Kota Blitar mendadak jadi sorotan. Di rumah itu, pensiunan perawat berusia 80 tahun menjalankan praktik aborsi selama puluhan tahun.
Lansia berinisial N mengakui telah beberapa kali menangani praktik aborsi. Namun pensiunan perawat itu lupa jumlahnya berapa dan tidak hapal siapa saja pasiennya.
Kurang dari 24 jam, Satreskrim Polresta Blitar menemukan ibu yang meninggalkan bayinya di dapur salah satu warga.