HETANEWS.COM

Proyek Kemenpupera di Simalungun Diduga Asal Jadi dan Mark Up Anggaran

Tampak kegiatan preservasi di Kecamatan Tapian Dolok sisi tepi bahu jalan masih ditumbuhi rerumputan.

Simalungun, hetanews.com- Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) tahun 2017, di sejumlah wilayah Kabupaten Simalungun diduga asal jadi dan pelaksana kegiatan terindikasi mark up anggaran.

Pasalnya, di sejumlah titik kegiatan, yakni kegiatan tambal sulam terhadap lubang jalan yang telah dikerjakan sudah mulai menampakkan tanda-tanda kerusakan. Dan PT Bumi Karsa, selaku kontraktor tidak memajang plank informasi kegiatan.

Pelebaran jalan Bah Sampuran yang berlokasi di Kecamatan Jorlang Hataran, adalah salah satu dari sejumlah proyek milik Satuan Kerja (Satker) wilayah Provinsi Sumatera Utara. Dan 05 (Tanjung Dolok cs) selaku PPK.

Tampak kegiatan pelebaran jalan Bah Sampuran Kecamatan Jorlang Hataran.

Tertera pada plank proyek yang dipajang di Kota Tebingtinggi, nama proyek tersebut yakni preservasi dan pelebaran jalan Tebing Tinggi - Siantar - Parapat (Jalan lingkar luar Parapat NYC).

Sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni sebesar Rp 223.369.541.692. Waktu pelaksanaan 1000 hari kalender dengan nomor kontrak 19 Desember 2016. Super visi PT Seecons - PT Dhane Smantar KSO.

Melihat nilai proyek yang mencapai ratusan miliar ini seharusnya akan lebih bermanfaat terhadap warga, khususnya terkait turut mengawasi. Namun karena PT Bumi Karsa tidak memajang papan informasi kegiatan, jadi tidak bermanfaat.

Plank nama proyek yang dipajang di Kota Tebing Tinggi.

Seperti kegiatan ini, bilang Marno, terkait proyek Kemenpupera di Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun, Senin (10/7/2017). Karena plank informasi tidak ada warga jadi menduga apakah kegiatan ini preservasi atau untuk pelebaran jalan.

Kegiatan preservasi itu bisa diartikan merawat (maintain), dan membangun ulang (Rebuild). Sehingga preservasi bisa diartikan adalah melestarikan suatu objek, baik itu secara merawat ataupun secara membangun ulang.

Warga Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun itu, Marno juga berharap Kemenpupera Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II turun ke lapangan melihat langsung apakah sudah sesuai atau belum.

Penulis: zai. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!