HETANEWS.COM

Tugu Sang Naualuh, Rado Damanik: Kan Sudah Ada SK Wali Kota Soal Tempat

Siantar, hetanews.com- Ungkapan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, Reinward Simanjuntak, kemarin, bahwa pembangunan Tugu Sang Naualuh terkendala dikarenakan masalah tempat pembangunan, langsung mendapat respon.

Kepada hetanews, Kamis (6/7/2017), salah seorang keluarga dari Radja Sang Naualuh, Rado Damanik, menilai bahwa Plt Sekda Siantar terkesan berbohong.

Sebab menurutnya, Wali Kota sebelumnya, almarhum Hulman Sitorus pernah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota terkait tempat pembangunan Tugu Sang Naualuh.

Menurutnya, dalam permasalahan tempat, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan.

“Dalam penentuan tempat, itukan berbicara tentang historis dan keindahan kota, itu yang utama. Jadi ketika pemerintah menentukan satu tempat, mereka juga harus memperhatikan yang kedua itu. Kemudian terkait peraturan - peraturan daerah yang ada ditempat itu," ucapnya.

Rado menyebutkan, perlunya pertimbangan tentang peraturan daerah (perda) karena agar kedepannya tidak terjadi permasalahan.

"Jangan nanti penentuan tempat itu melanggar peraturan, kan enggak enak nanti kalau tugu oppung kita digugat orang karena perda. Memang yang menggugat itu benar, karena peraturan. Untuk itu, jangan dikasih kesempatan orang untuk menyalahkan kita," tambahnya.

Namun Rado menyebutkan, dalam penentuan tempat yang disebutkan oleh Reinward, terkesan pemerintah memiliki sifat plin-plan. Sebab dia menyebutkan ada keputusan dari Wali Kota Siantar terkait tempat pembangunan tugu itu.

"Dalam penentuan tempat Tugu Raja Sang Naualuh, pemerintah itu harus jujur dan jangan plin-plan. Karena sudah ada keputusan Wali Kota dalam hal penentuan tempat. Awalnya di depan Ramayana, kemudian direvisi kembali di Lapangan Merdeka atau Taman Bunga," katanya.

Dia mengakui, bahwa yang mengeluarkan SK tersebut adalah Wali-Kota yakni Hulman Sitorus. Artinya SK tersebut bukan pribadi melainkan atas nama Wali Kota.

"Walaupun yang menandatangani sebelumnya Hulman Sitorus tetapi dia kan menandatangani itu tidak membawa nama pribadinya melainkan atas nama Wali Kota," ujarnya.

Sehingga, dia menilai Pemko Siantar terkesan berbohong, sebab SK terkait tempat itu telah ada.

"Jadi kesannya seolah-olah pemerintah ini tidak jujur, ada pembohongan saya lihat. Mereka sekarang mempermasalahkan dimana tempatnya, padahal sudah di SK kan, kok kita bahas lagi masalah tempat," sebut Rado heran.

Rado menceritakan, sebelumnya dari hasil seminar, bahwa tugu tersebut rencananya akan dibuat di depan Ramayana, namun karena Wali Kota meminta agar dipindahkan, akhirnya ditentukan di Lapangan Merdeka atau tugu Sang Naualuh.

"Karena kita tidak mau berkonflik, akhirnya dipindahkan ke Lapangan Merdeka, dan SK nya sudah ada," tegasnya.

Untuk itu, Rado meminta Pemko Siantar agar berkata jujur terkait permasalahan pembangunan tugu Sang Naualuh ini. Dia juga meminta agar pembangunan tugu tidak dipolitisir.

"Kita minta pemerintah itu jujur dan kalau ada pro dan kontra, itu hal biasa. Kalau tidak mau membangun, pemerintah bilang saja tidak mau, biar tahu rakyat Siantar ini. Sebenarnya membangun itu, kalau kita seluruh masyarkaat menyumbang Rp 10 ribu semua maka selesainya itu. Biar masyarakat yang membangun," kata Rado mengakhiri.

Penulis: tom. Editor: gun.