HETANEWS

Perayaan Thiruvila, Membuat Kebaikan dan Bersahabat dengan Alam

Umat Hindu saat mengikuti acara Thiruvila yang merupakan hari menunaikan nazar dan sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki. (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Ratusan umat Hindu di Kota Siantar menggelar perayaan Thiruvila yang jatuh pada setiap minggu pertama di bulan Juli.

Dibantu Satlantas Polres Siantar dan Pemadam Kebakaran untuk menyirami jalan yang dilintasi, para umat Hindu ini berkeliling inti Kota Siantar, Minggu (2/7/2017).

Pendeta Mitun Krishna mengatakan, perayaan Thiruvila dilakukan disetiap-setiap kuil yang ada di Indonesia dari bulan 7 sampai bulan 8. Tak hanya umat Hindu dari Kota Siantar saja yang hadir, namun juga hadir dari Kota Medan, Kisaran, Pakam hingga Jakarta.

“Dan pada tanggal ini, jatuhnya di kuil kita di Kuil Shri Mariamman. Jadi makna dari acara ini menurut umat Hindu sendiri ini untuk menetralisasi aura-aura yang tidak baik ataupun membuat suatu kebaikan dan membuat agar alam itu sangat bersahabat kepada kita, khususnya manusia,” ujarnya.

“Makanya itu kita membawa suatu bunga yang dihias yang dijunjung mengelilingi Kota Siantar. Dan ada beberapa orang yang menusuk pipi yang merupakan nazarnya. Niat mereka. Sebagai bentuk bakti mereka bagi Tuhan Yang Maha Esa, bentuk penghormatan,” sambung Pendeta Mitun.

Perayaan ini diawali melakukan puja di kuil tersebut, melakukan lagu-lagu pujian setelah itu kita memberikan makan bagi tamu-tamu mereka yang datang dan selepas itu ke sungai. Dari sungai mereka mengelilingi kota dan kemudian sampai di kuil. Di sungai dilakukan merangkai bunga atau menghias.

“Berhenti itu, untuk memberikan sesuatu yang positif kepada persimpangan-persimpangan jalan. Dari seluruh Indonesia. Orang dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Ada dari Kisaran, Pakam, Medan, bahkan dari Jakarta ada. Setiap tahun acara ini,” tuturnya.

Dijelaskan Pendeta Mitun, acara pembukaan, jatuhnya pada hari Jumat lalu. “Sabtu kita membawa arakan Dewi yang ditandu keliling kota yang jatuhnya pada Malam Minggu. Dan Minggu arakan seperti ini. Besok ritual sembayang biasa dan Selasa penutupan,” tutupnya.

Penulis: ndo. Editor: aan.