HETANEWS

Netizen Kecam Patung Raja Sisingamangaraja XII 'Digudangkan'

Patung Raja Sisingamangaraja XII yang disimpan di gudang Pemkab Humbahas. (foto : Trendy)

Humbahas, hetanews.com - Patung Raja Sisingamangaraja XII yang selama 10 tahun menghiasi lobby kantor Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) kini tidak terlihat lagi.

Pasalnya, patung yang terbuat dari tembaga itu telah 'digudangkan' di gudang Pemkab Humbahas.

Hal ini menuai kecaman dari para netizen di media sosial (medsos) yang menyayangkan sikap Pemkab Humbahas tersebut.

Seperti unggahan akun Facebook bernama Hermanto Manullang membuat surat terbuka untuk Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.

Dalam suratnya, Hermanto meminta agar pihak Pemkab Humbahas mengklarifikasi terkait info tersebut.

Bapak Dosmar Banjarnahor SE Bupati Kab Humbahas Priode 2016-2020 yg Terhormat tempat ...mhn ijin Pak saya mau Bertanya Kenapa Patung atau Suman Suman ni Oppung Saya Sisingamangaraja Ke XII yg Dulunya ditempat di lobby Kantor Bupati dgn Indah dan Berwibawa saat Bupati Terdahulu sebelum bapak bupati ..Tapi begitu Bapak menjabat langsung Bapak rubah dan tempatkan di gudang rongsokan???," petikan surat terbuka di akun pribadinya yang dibagikan di grup facebook Kabar-kabari Humbang Hasundutan.

Surat terbuka pada Bupati Dosmar Banjarnahor dan komentar para netizen. (foto: Trendy)

Dirinya juga mempertanyakan tentang pandangan Bupati Dosmar yang selama ini dia kagumi terhadap penghormatan kepada leluhur yang sekaligus pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia,

"Atau bagaiman sebenarnya Pemikiran atau Pendapat Bapak Tentang sebuah Penghormatan Kepada PAHLAWAN NASIONAL Mhn PENCERAHAN BAPAK BUPATI ..(saya sangat berharap Bapak ada jawab pertanyaan ini biar saya ngak pusing memikirkan ini terus ) Terimakasih Sukses Selalu n Salam Hormat dari Saya Hermanto Manullang yg Mengagumi Bapak," tulisnya.

Dalam postingan tersebut, banyak netizen yang berkomentar dan mendukung Hermanto. Dari ratusan komentar, salah satunya komentar dari akun bernama Parulian Manullang.

"laeku Dosmar Banjarnahor, parrohahon hamu barita on, (Laeku Dosmar Banjarnahor, tolong perhatikan infoemasi ini)." Bukan hanya itu akun bernama Andreas Michael Simamora juga turut mengomentari postingan tersebut, "Beliau bukan sekedar pahlawan nasional, tapi simbol perjuangan orang batak, kebanggaan bangsa batak, apakah pantas ompui seperti tak di hormati di tempat asalnya sendiri??," sebut Parulian dalam postingannya.

Ditambahkan akun bernama Marbulang Bastiano Simamora, "Hah?? Apa ini benar terjadi laeku?? Begitulah Kualitas yg merasa dirinya generasi muda untuk menjadi pemimpin. Perlu kita sadari, untuk menjadi pemimpin di suatu daerah itu harus tau dan belajar dulu sisi budaya daerahnya dan karakteristik warga nya begitu juga dgn letak geografis wilayah daerah tersebut. Apabila pemimpin itu tdk menjiwai dari bagian itu, maka terjadilah perselisihan antara warga dgn pemimpin itu sendiri," petikan komentarnya.

Sejauh ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemkab Humbahas. Namun netizen berjanji melalui pengurus SRO (Siraja Oloan) untuk menyurati Bupati Dosmar Banjarnahor guna meminta agar patung tersebut dapat dipergunakan dan ditempatkan di tempat yang layak.

Hal ini menurut mereka menjadi penting untuk lebih menghargai leluhur dari suku Batak dan telah menjadi ikon dari Kabupaten tersebut.

Penulis: trendy. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.