HETANEWS.COM

Pernah Dihukum Kasus Narkoba, Terdakwa Komplotan Pencurian Divonis 3 Tahun, 4 DPO

Terlihat Maya komplotan pencurian dihukum 3 tahun. Sementara 4 orang masih DPO. (foto : Ver)

Tebingtinggi, hetanews.com - Sebelum jatuh putusan terkait pencurian dengan keadaan pemberatan, terdakwa Raudiah alias Maya dengan nada sedih meminta belas kasihan majelis hakim yang diketuai Eryusman untuk keringanan hukumam terkait tuntutan jaksa Juita dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Serdang Bedagai (Sergai) selama 3 tahun penjara, Rabu (21/6/2017).

Namun, saat majelis hakim kembali mempertanyakan apakah terdakwa pernah dihukum, dengan tegas terdakwa Maya mengaku pernah dan kasus itu kasus narkoba dan hanya dihukum 10 bulan penjara.

Mendengar ucapan itu, majelis hakim bermusyawarah dan menjatuhkan hukuman selama 3 tahun penjara sama dengan tuntutan jaksa. Mendengar putusan itu, terdakwa Maya tidak terkejut.

Dalam dakwaan jaksa dan keterangan saksi di persidangan, terdakwa Raudah alias Maya bersama Edo, Edi, Bendil dan Ayah, keempatnya Daftar Pencarian Orang (DPO) pada hari Kamis tanggal 2 Februari 2017 sekira pukul 15.30 WIB bertempat di Dusun I Bamban Estate Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai mengambil barang sesuatu bukan milik komplotan itu.

Katanya, kamis tanggal 02 Februari 2017 sekira pukul 10.00 WIB di dalam perjalanan pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor, terdakwa bertemu dengan keempatnya yang mengendarai 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza warna putih nomor polisi (nopol) BK 1433 UO melintas di Jalan Lingkungan III Kelurahan Murtubung, Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. 

Selanjutnya Edi (DPO) turun dari mobil dan mengajak terdakwa untuk jalan-jalan. Selanjutnya dalam perjalanan menuju Lubuk Pakam di dalam mobil tersebut terdakwa bersama Edi, Bendil dan Ayah (DPO) merencanakan dan mengatur strategi untuk melakukan pencurian mobil dengan berpura-pura sebagai penumpang yang akan merental mobil dari Bandara Kualanamu dengan tujuan Tebingtinggi.

Selanjutnya terdakwa bersama bersama dengan Edi (DPO) berangkat menuju Bandara Kualanamu dan setelah sampai di Bandara Kualanamu terdakwa turun dari mobil dan melihat-lihat mobil yang ada di Bandara Kualanamu.

Selanjutnya terdakwa bertemu dengan saksi korban Nanda Utama dan menjelaskan bahwa terdakwa bersama dengan Edi (DPO) akan merental mobil saksi korban Nanda Utama untuk diantarkan ke Tebingtinggi.

Lalu, saksi menyetujuinya dengan kesepakatan uang muka/panjar sebesar Rp. 100.000. Selanjutnya, saksi korban Nanda mengantarkan terdakwa bersama Edi (DPO) ke Tebingtinggi dengan menggunakan 1 (satu) unit mobil Toyota New Avanza warna silver metalik BK 1468 IP (DPB).

Dalam perjalanan menuju Tebingtinggi, tepatnya di depan Pos Polisi Sei Bamban Edi  (DPO) menyuruh saksi korban Nanda Utama untuk berhenti sebentar dengan alasan ingin menemui rekannya dan meminta uang kepada rekannya tersebut. 

Saat pura-pura bertanya berapa ongkosnya, selanjutnya sambil mendekati saksi korban Nanda Utama dari samping pintu depan mobil Bendil (DPO) menodongkan pisau ke leher saksi korban Nanda. Sementara Ayah (DPO) menodongkan sebuah gunting ke perut saksi Nanda. 

Pada saat berada di dalam mobil tersebut posisi saksi korban Nanda Utama ditidurkan terlentang di antara bangku tengah dan bangku belakang dengan keadaan mata dan mulut ditutup dengan lakban warna hitam.

Selanjutnya saksi korban Nanda Utama disuruh turun dari dari mobil dalam keadaan mata masih tertutup lakban dan disuruh masuk ke sebuah rumah yang terletak di Jalan Rondahaim Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.

Bahwa akibat kejadian tersebut saksi korban Nanda Utama mengalami kerugian sekira Rp 180 juta dan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 365 ayat (2) ke 2 KUHP.

Penulis: ver. Editor: abn.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!