Tobasa, hetanews.com - Sebagai upaya mencegah peredaran rokok ilegal di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Perindakop) dan UKM dengan menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Siantar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi rokok dilekati pita cukai ilegal bagi pedagang, di aula rapat kantor Camat Porsea, Selasa (20/6/2017). 

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Dinas Perindakop dan UKM, Manuntun Sagala itu juga dihadiri Kasubsi KI dan PLI dari Kantor KPPBC tipe B Siantar, Rusmida Turnip dan Andi Sipayung serta Camat Porsea Robert Manurung  danpuluhan perwakilan pedagang di sekitar Kota Porsea.

Materi yang disampaikan adalah mengenai ciri-ciri dari rokok ilegal dan tata cara pemberian ijin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NKPPBKC) melalui Rusmida Turnip serta materi lainnya mengenai desain pita cukai tahun 2017.

Para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya. Mereka sangat antusias mempertanyakan ciri ciri kemasan rokok ilegal.

Manuntun Sagala dalam sambutanya mengatakan, sosialisasi rokok dilekati pita cukai ilegal perlu dilakukan sehingga pedagang maupun masyarakat dapat mengenal mana cukai asli dan mana cukai rokok palsu.

Disampaikannya, cukai merupakan salah satu pendapatan terbesar negara disamping pajak. Apabila banyak beredar cukai palsu maka target pendapatan negara tidak sesuai dengan target yang diharapkan.

"Kepada para peserta sosialisasi saya harapkan untuk menggali sebanyak mungkin informasi terkait cukai rokok ilegal, agar nantinya di lapangan dapat melakukan penertiban maupun tindakan pencegahan terhadap beredarnya cukai rokok ilegal di Kabupaten Tobasa," pungkasnya.

Sementara itu, Camat Porsea Robert Manurung dalam paparannya menjelaskan, rokok tanpa cukai atau dengan cukai palsu biasanya dijual ke pedagang dengan harga lebih murah di bawah standar yang berlaku.

Dia mengatakan, asli tidaknya label cukai yang terpasang pada kemasan rokok dapat diketahui dengan alat UV. Jika kertas label cukai cepat memudar saat disinari maka dapat dipastikan cukai tersebut palsu.

Pada akhir sesi sosialisasi itu, dia menyarankan, untuk mempersempit ruang gerak peredaran rokok ilegal di Kabupaten Tobasa, diperlukan pengawasan dan pemberian pemahaman kepada pedagang maupun masyarakat sehingga kerugian negara akibat maraknya peredaran rokok ilegal dapat ditekan serta diminimalisir.