Siantar, hetanews.com  - Salah seorang Pegawai Negeri SIpil (PNS) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Siantar, inisial D boru M ditetapkan sebagai Daftar pencarian Orang (DPO) oleh Polres Simalungun.

Baca: Polres Simalungun Ungkap 'God Father' Jaringan Narkoba Lapas Tanjung Gusta Berbasis IT

D boru M ditetapkan DPO terkait kasus jaringan narkotika di bawah kendali suaminya, Arifin Saragih (DPO). Diketahui jaringan narkotika jenis sabu-sabu itu merupakan jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Kota Medan.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Siantar, Zainal Siahaan mengakui belum menerima surat dari Polres Simalungun terkait status DPO terhadap salah satu anak buahnya tersebut. “Kita belum terima suratnya dari Polres Simalungun sampai saat ini,” ucapnya, Selasa (20/6/2017).

Zainal menyebutkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal tersebut, sembari menunggu surat dari Polres Simalungun. 

Mengenai evaluasi yang akan dilakukan BKD, Zainal menyebutkan, masih menunggu putusan pengadilan. Menurutnya, jika sudah diputus oleh pengadilan sanksi terberatnya akan dilakukan langsung pemecatan. 

Berdasarkan informasi dari Polres Simalungun, diketahui D boru M sudah 10 hari tidak masuk kerja. Terkait tindakan dari BKD, Zainal menyebutkan, berdasarkan peraturan jika dalam setahun selama 46 hari pegawai tidak masuk kerja maka akan diberikan teguran.

“Ada itu peraturannya jika dalam 46 hari selama setahun tidak masuk kerja, maka akan kita berikan teguran. Memang kalau sudah DPO dan dia sudah lari, kita mau bagaimana lagi,” kata Zainal.