HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Kapal Kemanusiaan Angkut 225 Ton Beras untuk Somalia Dilepas

Pelepasan Kapal kemanusiaan jilid II yang mengangkut bantuan beras sebanyak 225 ton. (foto : Ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Kapal kemanusiaan jilid II yang mengangkut bantuan beras sebanyak 225 ton dilepas keberangkatannya ke Afrika dari Belawan International Container Terminal (BICT), Minggu (18/6/2017).

"Ini merupakan kegiatan mulia, membantu saudara kita yang sangat membutuhkan. Kita ketahui kalau Afrika merupakan negara yang mengalami musibah kekeringan dan ribuan orang setiap harinya mengalami kelaparan," kata Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi.

Turut Hadir Vice President ACT, Rini Mariani, GM BICT PT Pelindo I, Aris Zulkarnain, Direksi PT Kawasan Industri Medan (KIM), Ilmi Abdullah juga Ketua MUI Medan, HM Hatta.

Erry mengatakan, bantuan yang diberikan warga Sumut melalui gerakan ini telah menunjukkan kepada dunia bahwa memiliki kepedulian terhadap kemanusian. 

"Afrika yang mengalami krisis pangan dan masyarakatnya kelaparan membuat perhatian bagi bangsa di dunia, dan kita bersyukur Sumut merupakan bagian dari itu. Makanya, hari ini kita melepas bantuan beras untuk saudara kita yang mengalami musibah," ujarnya.

Vice President ACT, Rini Mariani mengatakan, bantuan yang dilepas Gubsu tersebut merupakan Kapal Kemanusiaan jilid II.

Sebelumnya, Kapal Kemanusian jilid I yang berisi bantuan lebih dari 1.000 ton beras sudah berlayar dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (29/4/2017) dan tiba di Pelabuhan Mogadishu Somalia pada (5/6/2017) lalu.

Diungkapkan Rini, pasca pengiriman bantuan Kapal Kemanusiaan jilid I, Provinsi Sumut dan Aceh dalam waktu dua bulan dapat mengumpulkan bantuan untuk masyarakat Afrika sebanyak 225 ton beras.

"Ini merupakan dua provinsi terbaik dalam penggalangan bantuan untuk Afrika," ucapnya.

Menurut dia, keberangkatan kapal kemanusiaan di area Sumatera ada 9 kontainer beras. Di mana beras dari gudang masyarakat Aceh sebanyak 6 kontainer dan beras dari gudang Sumatera Utara ada 3 kontainer beras.

Untuk keberangkatan Kapal Kemanusiaan jilid II ini dibagi dalam tiga kelompok berlayar yang diberangkatkan secara serentak. Namun, pelayaran dalam jumlah yang paling besar yakni sebanyak 225 ton beras merupakan pelayaran yang dilepas di Pelabuhan Belawan, sementara dua pelayaran lainnya dilepas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Perak Surabaya.

GM BICT PT Pelindo I, Aris Zulkarnain mengatakan, pihaknya mendukung gerakan Kapal Kemanusiaan ini, bahkan diharapkannya gerakan ini bisa dilakukan secara berkesinambungan. 

"Kami dari BICT akan bersedia memfasilitasi pengiriman bantuan ini dan kami harapkan tahun depan bantuan ini bisa lebih besar lagi. Sebab kalau bukan kita yang peduli siapa lagi," pungkasnya. 

Penulis: ardiansyah. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.