HETANEWS

Ustadzah Tan Mei Hwa: Sosok JR Saragih Tak Miliki Batasan Antara Masyarakat dengan Pemerintahan

Ustadzah Tan Mei Hwa bersama Bupati Simalungun, JR Saragih

Simalungun, hetanews.com - Kinerja Bupati JR Saragih dalam membangun Kabupaten Simalungun mendapat acungan jempol dari Ustadzah Tan Mei Hwa. Bahkan, dirinya mengaku kagum dengan kinerja dari JR Saragih dalam memimpin Kabupaten Simalungun.

“Saya kagum melihat kepala daerah atau pemimpin seperti Bapak JR Saragih, beliau (JR Saragih) mampu menghidupkan masyarakat di Kabupaten Simalungun yang penuh keakraban antara pemerintahan dengan masyarakat,” ucap Ustadzah Tan Mei Hwa di Masjid As-Syuhada di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, saat buka puasa bersama antara Pemkba setempat dengan 18 ribu warga.

Ustadzah yang berasal dari Surabaya ini melihat pada sosok JR Saragih yang tak memiliki batasan antara masyarakat dengan pemerintahan, cara yang dilakukan oleh pria bernama lengkap Jopinus Ramli Saragih patut dijadikan contoh untuk seluruh wilayah di Tanah Air.

“Anda bayangkan saja, meski berada jauh dari perkotaan namun di tangan Bapak JR Saragih semua masayarakatnya bisa bersatu untuk bergandeng tangan untuk menjaga Kabupaten Simalungun, nyaman, aman dan tentram,” bebernya.

Dengan melihat dari sisi keberagaman yang ada di Kabupaten Simalungun, Ustadzah Tan Mei Hwa merasa kekuatan kerukunan antar umat beragama bisa terjalin dengan baik. Terlebih, kehidupan beragama juga bisa terlihat di Kabupaten Simalungun.

Selain itu, dirinya juga mengutarakan dengan kehadiran buka puasa bersama masyarakat di Simalungun menjadi gebrakan luar biasa dari kepala daerah yang mampu merangkul umat Muslim secara keseluruhan.

“Hal ini jarang kita lihat di zaman sekarang, di mana kerukunan beragama sangat terlihat di Simalungun, terlebih kita ketahui beliau (JR Saragih) berasal dari agama yang bukan Muslim. Toleransi beragama diwujudkan di Simalungun, bahkan dalam menyikapi persoalan dilakukan dengan cara yang dewasa,” tambahnya.

Di tempat berbeda, tokoh ulama agama Islam Sumatera Utara Ahsan Nulfat Saragih menambahkan, Simalungun bisa menjadi kabupaten yang layak untuk dijadikan kabupaten rol model perihal kerukunan antar beragama.

“Apa yang dilakukan JR Saragih bisa menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai sosial capital yang kiranya diberikan semacam pembobotan untuk menjadi ikon nasional bahwa Kabupaten Simalungun menjadi ikon kabupaten kerukunan beragama. Hal ini terlihat dengan begitu antusias kerinduan masyarakat terhadap sosok JR Saragih,” urainya.

Sementara itu, JR Saragih menuturkan, yang dilakukannya selama ini adalah untuk masyarakat di Kabupaten Simalungun. Disadarinya, dalam membangun Kabupaten Simalungun dirinya tak bisa bekerja sendirian.

“Saya bekerja selalu untuk memberikan pelayanan bukan buat diri sendiri. Saya bekerja bukan memperkaya diri, namun untuk yang terbaik. Saya bisa menjadi kepala daerah di Simalungun karena dipilih masyarakat. Dan itu saya buktikan selama menjabat sebagai Bupati Simalungun,” tandasnya.

Penulis: jer. Editor: aan.