HETANEWS

Penyuluh Pertanian Tingkat Kecamatan Butuh Perhatian JR Saragih

Simalungun, hetanews.com - Balai Penyuluhan Pertanian Tingkat Kecamatan BP3K Raya, Kabupaten Simalungun sangat membutuhkan perhatian dari Bupati Simalungun JR. Saragih. Pasalnya, setiap melakukan penyuluhan pertanian, BP3K kekurangan fasilitas pendukung. 

Salah seorang Penyuluh Pertanian BP3K Raya mengeluhkan, minimnya fasilitas pendukung dalam melakukan penyuluhan dilapangan ataupun penyuluhan dalam ruangan kepada Kelompok Tani. Fasilitas pendukung yang kurang adalah peralatan, semisal alat pengukur PH Tanah.

"Kadang kalau kami melakukan penyuluhan pertanian misalnya melihat PH tanah kami gak punya peralatan," ujar Kordhear Saragih, Penyuluh Pertanian di Nagori Bah Bolon Kamis (15/6/2017).

Menurut Korhear, dalam penyuluhan tanaman yang dilakukan kepada kelompok tani masih berjalan dengan baik. Untuk Pertanian yang diproduksi Kelompok Tani di Kecamatan Raya adalah jenis tanaman Hortikultura, Padi Gogo dan Padi Sawah.  

Sebanyak 316 Kelompok Tani (Poktan) terbentuk di Kecamatan Raya. Keseluruhanya tergabung dari 20-30 anggota (petani) per dusun atau per tempat tinggal. Umumnya hasil pertanian yang diproduksi adalah kopi, jagung dan padi sawah atau padi Gogo.

"Kalau budidaya yang dilakukan masih bagus. Yang menjadi masalah dan sama petani adalah harga yang tidak stabil. Kadang hasil pertanian bagus, tapi pas panen harga anjlok," katanya.

Yang menjadi hambatan lain dihadapi oleh BP3K Raya ini adalah soal minimnya bantuan dari pemerintah dibidang terobosan baru dalam mengelola pertanian dengan teknologi modern. Dengan ini, Koedhear Saragih berharap, ada perhatian khusus kepada BP3K.

"Kalau untuk terobosan pertanian seperti teknologi atau pengembangan hasil pertanian, kami belajar sendirilah. Karena yang menjadi kendala juga keinginan para petani untuk belajar sudah menurun," imbuhnya.

Terakhir, Kordhear berharap agar keluhan yang selama ini dirasakan oleh para Penyuluh pertanian mendapat perhatian dari Pemkab Simalungun dalam hal ini Bupati Simalungun JR Saragih. Terakhik kali, menurut keterangan Kodhear pihaknya menerima bantuan pada tahun 2010.

Penulis: tim. Editor: aan.