HETANEWS

IJTI dan Kejaksaan Labuhanbatu Gelar Bakti Sosial Pemberian Paket Lebaran bagi 100 Parbetor

100 Parbetor bersama IJTI dan Kejari Labuhanbatu. (foto : Fendi)

Labuhanbatu, hetanews.com - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator wilayah Labuhanbatu Raya bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan paket lebaran kepada 100 penarik becak motor (Parbetor) di Kota Rantauprapat, Jumat (16/6/2017).

Kegiatan sosial yang dirangkai dengan sosialisasi pembayaran tilang secara online ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Labuhanbatu secara praktis.

Ketua IJTI Koordinator Labuhanbatu Raya, Fahrizal Lubis mengatakan, kegiatan baksos ini merupakan kegiatan kedua setelah IJTI Labuhanbatu Raya periode 2017-2020 (Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara) Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) pertama pada pertengahan April 2017 di Rantauprapat.

Kegiatan pemberian paket sembako ini merupakan wujud rasa syukur bersama dalam menjalankan Ibadah Puasa Ramadan dan menyambut Lebaran 1438 Hijriah. "Kami memberi bukan berlebih, tapi karena ada yang lebih membutuhkan," katanya.

Dia mengemukakan, IJTI mendukung program-program pemerintah dalam hal ini pelayanan kepada masyarakat seperti pelayanan pembayaran tilang yang sudah dapat dibayarkan di Kantor Kejaksaan Labuhanbatu.

Kepala Kejaksaan Labuhanbatu Setyo Pranoto mengapresiasi kegiatan sosial yang diprakarsai Jurnalis Televisi ini. Menurutnya, kegiatan kepedulian itu untuk amal ibadah di akhirat nanti.

Dia mengemukakan siaran televisi juga merupakan sumbangsih untuk mendorong kesejahteraan bagi masyarakat. Seperti penyiaran kegiatan baksos dapat memicu kegiatan-kegiatan amal lainnya.

Setyo berharap anggota IJTI dituntut lebih professional dan berkompeten dalam menyampaikan sumbangsih siaran-siaran yang baik dan mendidik kepada masyarakat.

Menurut Kajari Labuhanbatu yang baru menjabat dua bulan ini, menyampaikan siaran ataupun program yang baik dapat mencerdaskan masyarakat.

Namun, fungsi kontrol tersebut harus berdasarkan kode etik jurnalistik agar dapat menciptakan siaran yang baik bagi masyarakat. "Berita yang baik dapat menjadi pedoman dan tuntutan bagi masyarakat," ujar Setyo.

Penulis: fendi. Editor: abn.