HETANEWS

Dugaan Korupsi Dishub, Posma Sitorus 'Target' Selanjutnya Diperiksa

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Siantar, Herianto Siagian. (foto : BT)

Siantar, hetanews.com - Dugaan korupsi marka jalan menyeret nama eks Kadis Perhubungan (Kadishub) Pemko Siantar, Posma Sitorus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar ditegaskan tak berhenti di tempat. Rencananya, pemanggilan terhadap eks Kadishub tersebut akan segera dilakukan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan, H Siagian memastikan kasusnya terus bergulir. Meski belum mendapatkan tersangka, Siagian mengaku pihaknya terus menyelidiki kasusnya. Beberapa pihak terkait kasus tahun 2015 dipastikan sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

"(Kasusnya) tidak berhenti, masih berlanjut. Dari pihak pelapor dan dua terlapor juga sudah dipanggil untuk diperiksa beberapa waktu lalu," ucapnya, kemarin.

Kedua terlapor dimaksud yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pemborong proyeknya. Sedangkan pelapor yakni, Joan Mario Ginting. Kejaksaan masih merencanakan untuk memanggil eks Kadishub itu. "(Posma Sitorus) belum dipanggil. Kedepannya (dipanggil)," ungkap Siagian.

Diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi pengadaan marka jalan diduga dikorupsi. Sesuai penelitian pelapor, pengerjaan marka jalan diduga tak sesuai fungsi dan terindikasi pemborosan. 

Beberapa lokasi proyek berada di Jalan Merdeka di bawah jembatan penyeberangan Pasar Horas (Zebra Cross) dan ruas Jalan Ahmad Yani persimpangan Jalan Sisingamangaraja (Stop Line) di depan garis atau sejajar dengan tiang traffict light.

Proyek itu pun terindikasi fiktif lantaran dikerjakan para pegawai dari Dishub Siantar dan bukan dilakukan kontraktor sebagaimana dalam dokumen konsultan perencanaan.

Lebih rinci lagi, pengerjaan marka jalan dilakukan manual menggunakan cat genteng, sehingga kondisi marka jalan sudah kabur meski baru dikerjakan 2,5 bulan. Kegiatan ini merugikan keuangan negara sebesar 30 persen dikali Rp 479.972.000 yang jumlahnya menjadi Rp 143.900.000.

Penulis: bt. Editor: abn.