Asahan, hetanews.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Asahan dibantu Dinas Perhubungan (Dishub), Polres Asahan serta unsur TNI-AD, Polisi Militer (PM), Kamis (15/6/2017) sekira pukul 08.30 WIB melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Diponegoro dan Jalan Cipto.

Ketua Kompak 5, Arnes Arbain yang mengayomi seluruh PKL Pasar Inpres Kisaran kepada hetanews menuturkan, pihaknya akan hadapi 'pasukan' yang diturunkan oleh Pemkab Asahan bila mereka digusur.  

"Kami berdagang di jalan ini hanya sementara saja, sepanjang bulan Ramadhan. Ya sesudah itu kami kembali lagi ke Pasar Inpres,” ujarnya. 

“Para pedagang ini sudah siap menghadapi segala resiko yang bakal terjadi, jangan paksakan kehendak untuk menggusur kami berjualan, sudah 11 bulan kami menderita,” ungkapnya.

Sementara, Kasatpol PP, Isa Harahap saat ditemui di lokasi penertiban mengatakan, kegiatan ini hanya untuk menertibkan serta menghimbau agar dagangannya tidak terlalu ke tengah jalan. 

Petugas Polisi Militer diturunkan untuk mengantisipasi terjadinya nentrok antara pedagang dan Satpol PP. (foto: Heru)

"Kita bukan mau menghentikan kegiatan pedagang ini, tapi meminta agar mundur lah sedikit karena semakin hari semakin maju ke tengah, ini menggangu pengendara,” ujar Isa. 

Kembali Isa mengatakan, pihaknya akan beri kelonggaran untuk mempersilahkan berdagang di badan jalan, namun selama bulan Ramadhan ini. Dan usai Ramadhan tidak diijinkan. “Bila masih ada, tindakan tegas kita ambil,” ungkapnya.

Isa juga mengakui kegiatan yang dilaksanakan ini mengerahkan banyak personil Satpol PP dan unsur Kepolisian serta TNI maupun PM untuk mengantisipasi terjadinya keributan.

Pantauan hetanews, para pedagang sudah siap menghadapi segala resiko yang bakal terjadi. Namun setelah mendapat penjelasan, akhirnya suasana yang sempat memanas kembali normal.