Siantar, hetanews.com - Vonis 1 tahun bui dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar terhadap Supandi Sagala, terdakwa perkara niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah. Putusan dibacakan hakim ketua Pasti Tarigan, Senin (12/6/2017).

"Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 1 Miliar subsider 1 bulan pidana kurungan," ucap Pasti didampingi dua hakim anggota, Simon Charles Pangihutan Sitorus dan Risbarita Simorangkir.

Majelis Hakim dalam amar putusannya menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah bersalah dan menyakinkan melanggar pasal 55 Undang-Undang (UU) RI Nomor 22 Tahun 2011 tentang Minyak dan Gas Bumi Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Hanya saja, putusan majelis hakim dinilai lebih ringan dari tuntutan 1,6 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan Henny Simandalahi pada sidang sebelumnya. Meski demikian, terdakwa dan penuntut umum pada sidang vonis yang digantikan Lnyce Jernih Margaretha mengaku menerima putusan. 

Diketahui, Supandi Sagala duduk dikursi pesakitan lantaran pada 7 September 2016 disuruh oleh Ranto Manurung (dituntut terpisah) membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 473 liter atau sebanyak 14 jerigen dari salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Jalan Sangnaualuh, Kota Siantar.

Terdakwa kemudian menuju SPBU dan membeli solar menggunakan angkot CV Sinarta nomor polisi (nopol) BK 1524 TV milik Ranto Manurung. Usai mengisi ke 14 jerigen tersebut terdakwa berencana kembali ke Kecamatan Bandar Pasir, Mandoge, Kabupaten Asahan, tepatnya rumah Ranto.

Namun saat terdakwa melintas di Jalan Pendeta Justin Sihombing Kecamatan Siantar Timur, saksi Sugeng Suratman yang merupakan anggota Polres Siantar memberhentikan terdakwa dan mengamankan terdakwa berikut barang bukti.

Bahwa terdakwa tidak ada memiliki izin usaha pengangkutan terhadap pengangkutan BBM jenis solar yang disubsidi pemerintah.