HETANEWS

70 Persen Program KB Aktif Diikuti Masyarakat Asahan

Asahan, hetanews.com - Tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten Asahan untuk ikut program Keluarga Berencana (KB) masih rendah. Ini membuat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Disdalduk KB dan PPA) mengajak seluruh masyarakat khususnya Pasangan Usia Subur (PUS) mengikuti program dari pemerintah. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Disdalduk KB dan PPA Kabupaten Asahan, Saifuddin Tarigan melalui Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan, M Dahlan. Menurutnya, ada 125.940 PUS di Kabupaten Asahan dan sementara yang ikut program KB aktif baru sekitar 70 persen,.

"Kita berharap kemauan masyarakat muncul untuk mengikuti program KB ini terkhusus PUS,” ujarnya, (12/6/2017). 

Ada pun peserta KB aktif menggunakan berbagai alat kontrasepsi seperti suntik, IUD, pil, MOP (metode operasi wanita) atau lebih dikenal tubektomi, kondom dan implan (susuk). “Peserta KB pada tahun 2016 yang tersebar di 25 kecamatan jumlahnya mencapai 88.194 akseptor, ” ungkapnya. 

Kembali Dahlan menyampaikan, untuk  alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan yaitu, pil KB paling banyak digunakan 31.133 akseptor, suntik 25.331 akseptor dan IUD 11.255 akseptor.

Lalu menyusul alat kontrasepsi lain yang digunakan akseptor seperti Implan 9.729 akseptor, MOW 5.965 akseptor, kondom 3.808 akseptor dan MOP atau KB Lanang baru 973 akseptor.

Sedikitnya akseptor yang ikut program KB jenis MOP disebabkan karena tingkat kekhawatiran kaum pria yang beranggapan jika ikut KB MO bisa menyebabkan impotan.

"Kegunaan alat kontrasepsi memang masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga mau menggunakan . khusus kepada pasangan suami istri (pasutri),” pungkasnya. 

Penulis: heru. Editor: abn.