Simalungun, hetanews.com - Tiga orang terdakwa masing-masing Heri Supriansyah alias Able (32) warga Kampung Bukit Bayu Nagori Bah Joga Kecamatan Jawa Maraja, Bambang Irmansyah (37) dan Kusmaya Wardana alias Dana (37), keduanya warga Kampung Marihat Bayu Nagori Bah Joga terbukti tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika jenis sabu.

Masing-masing divonis 6 tahun penjara denda Rp 800 juta subsider 4 bulan penjara disidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (12/6/2017).

Putusan majelis hakim Julius Panjaiatan, Nasfi Firdaus dan Hendrawan Nainggolan itu naik dari tuntutan Jaksa Pahala Eric Sylvandro, yang semula menuntut pidana penjara selama 4 tahun.

Menurut Jaksa, terdakwa dipersalahkan sebagai pengguna melanggar pasal 127 (1) huruf a Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun majelis hakim berpendapat lain, mempersalahkan terdakwa dengan pasal 112 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 sebagai pemilik bukan pengguna.

Para terdakwa ditangkap usai mengkonsumsi sabu seberat 0.7 gram pada Minggu, 16 Oktober 2016 sekira pukul 17.30 WIB di rumah Able. Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun melakukan penggerebekan di rumah tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat seringnya terjadi penyalahgunaan di lokasi itu.

Ketiganya berhasil diamankan, sedangkan Deni Ramayana, Feni, Adi dan Susilo (DPO) berhasil melarikan diri. Sabu dibeli dari Deni Ramayana seharga Rp 60 ribu secara patungan Rp 20 ribu/orang. Seharusnya sabu seharga Rp 100 ribu sepaket, hutang Rp 40 ribu dan akan dibayar jika punya uang.

Atas putusan tersebut, ketiga terdakwa didamping pengacara Antoni Sumihar Purba menyatakan menerima putusan tersebut.