Asahan, hetanews.com - Organisasi Kepemudan (OKP) yakni Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) nyaris baku hantam di sekitaran Simpang Terminal Madya Kisaran, Kabupaten Asahan, Minggu (11/6/2017) sore.

Informasi yang dihimpun di lapangan, persoalan muncul akibat pengerusakan plang PAC di sekitaran Terminal Madya Kisaran.

“Kawan saya pas sendiri di posko PAC PP, tiba-tiba datang langsung merusak plang dan menendangi ruang posko,” ujar salah seorang anggota PP di lokasi.

Saat ditanya siapa pelakunya, menutur pria separuh baya mengaku bernama Pak Nias, jika oknum anggota IPK yang melakukannya. Plakunya adalah Fendi, warga Simpang Bunut, KecamatanKisaran Barat.

"Fendi datang bersama kawannya, ada 6 orang. Namun saya sampai di pos, orang itu sudah lari. Fendi itu orang PP, hanya baru seminggu ini dia masuk IPK langsung buat ribut. Bilangkan lae sama Pak Haji (Ketua DPD IPK Asahan Halim Ray) biar dicampakkan dia dari IPK, karena provokator itu dan suka buat ribut saja,” pinta pak Nias.

Akibat kejadian yang nyaris baku hantam sesame OK itu, sejumlah aparat Kepolisian dari Polres Asahan, baik berpakaian dinas maupun sipil masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Usai diberikan arahan oleh Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga yang langsung turun ke lokasi, massa dari PP tak lama berangsur-angsur meninggalakn lokasi dipimpin langsung Sekretaris MPC PP Asahan, Zulkarnain.

"Yang berpuasa maupun tidak, mohon sama-sama menjaga toleransi dan kekhusukan ibadah puasa. Sebentar lagi mau berbuka, silahkan bubarkan diri. Nanti, kalau perlu nanti malam akan saya fasilitasi pertemuan antara saudara dengan pihak IPK. Biar kita cari apa sebenarnya masalah dan kita dapat pemecahannya,” sebut Kobul kepada massa PP.