HETANEWS

Bank Indonesia: Bila STTC Pindah, Berdampak Negatif untuk Kota Siantar

Kepala KPw Bak Indonesia Pematangsiantar, Elly Tjan.

Siantar, hetanews.com - Beberapa waktu ini, ada pihak kelompok masyarakat menyuarakan agar pabrik rokok PT STTC pindah dari daerah pemukiman, bahkan ada yang meminta pindah dari Kota Siantar.

Meski hanya sebatas wacana dan isu belaka saja, namun perpindahan pabrik rokok terbesar di Siantar itu bisa mempengaruhi berbagai aspek ekonomi yang cukup besar.

Seperti diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Elly Tjan, bahwa tenaga kerja maupun tingkat konsumsi masyarakat akan berdampak bila PT STTC tutup atau pindah. 

Karena pabrik rokok ini banyak menyerap ribuan tenaga kerja. Tentunya bila itu terjadi, akan ada tenaga kerja yang tidak ada pekerjaannya lagi. Artinya pengangguran akan bertambah besar-besaran di Kota Siantar.

"Selama mereka mempunyai tenaga kerja, mereka akan membayar gaji tenaga kerja. Nah, itu kan berpengaruh pada kebutuhan uang. Tergantung jumlah pegawainya. Jadi secara tidak langsung otomatis akan berpengaruh pada tingkat perekonomian dan tentunya keberlangsungan perputaran uang di kota Siantar yang juga cukup besar," ujar Elly Tjan saat dihubungi, Jumat (9/6/2017).

Selain bertambahnya jumlah tenaga kerja yang tidak punya pekerjaan, juga akan mempengaruhi konsumsi orang tersebut. Jadi, apabila STTC dipindahkan, akan berdampak negatif pada Kota Siantar dari beberapa sisi.

"Umumnya, perusahaan memakai orang lokal. Jika pindah, tentunya memakai orang lokal juga di daerah perpindahannya itu. Nah, akan ada pengangguran langsung atau tidak langsung. Dengan fakta ini nantinya akan mempengaruhi konsumsi. Jadi orang tidak ada penghasilan bagaimana untuk berbelanja, membutuhi sandang pangannya," katanya menjelaskan.

"Kalau konsumsi itu sudah terasa sebenarnya dampaknya. Pertumbuhan ekonomi itu salah satu itemnya, salah satu unsurnya adalah konsumsi masyarakat secara luas. Baik konsumsi pemerintah seperti belanja-belanja investasi dan sebagainya. Juga konsumsi masyarakat," sambung Elly Tjan.

Ketika ditanyakan apakah ini akan mempengaruhi sektor Perbankan, Elly Tjan mengatakan sepanjang dia mempunyai rekening, otomatis hal tersebut akan berpengaruh.

"Sebagai contoh, kalau dia dagang akan kirim barangnya. Dan orang bayar ke rekening dia. Kalau rekeningnya ada di Siantar pasti otomatis barang-barang itu memakai rekening yang ada di Siantar.

Kalau PT STTC pindah tentu kan memakai rekening di daerah dimana pindah. Otomatis Perbankan Siantar gak mungkin dipakai lagi kalau dia pindah dari sini," tutup Elly sembari mengatakan bahwa sektor lain, seperti jasa perhotelan dan perdagangan lainnya juga akan berdampak sangat besar.

Penulis: ndo. Editor: aan.