HETANEWS.COM

Proyek Jalinsum Nasional di Perbatasan Tebingtinggi-Siantar Rawan Korupsi

Terlihat kotak kotak di badan jalan yang rusak di jalinsum Pabatu tidak diperbaiki. (foto : Ver)

Tebingtinggi, hetanews.com - Tampaknya di tahun 2018 mendatang pihak penyidik dituntut untuk bisa menjalankan sumpah jabatan dalam mengungkap dugaan korupsi terkait usainya pekerjaan proyek tahun anggaran 2017, apalagi proyek itu bersumber dari APBN.

Pasalnya, proyek APBN 2017 saat ini untuk pekerjaan pengaspalan jalan dari perbatasan Kota Tebingtinggi menuju Kota Parapat Kabupaten Simalungun diduga rawan penyelewengan anggaran.

Di mana, ada tampak kotak-kotak yang dianggap badan jalan, rusak tapi belum dilakukan perbaikan. Malah, terkesan terjadi pembiaran. Hal tersebut tentu berpotensi mengakibatkan laka lantas dan jelas merugikan.

Sebelumnya, sudah dua kali pihak rekanan yang memenangkan tender yakni PT Bumi Karsa, yang beralamat di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan melakukan perbaikan, tapi tetap saja terdapat kotak kotak di badan jalan, rusak dan selalu luput dari perbaikan. Belum lagi jalan yang bergelombang.

Salah seorang warga di sana, Junike, Kamis (8/6/2017 ) yang kerap melintasi jalan itu sangat berharap agar pihak rekanan secepatnya melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan meninggalkan beban bagi penguna jalan raya.

“Hal ini jelas bisa merugikan keuangan negara dan hukum dapat diterapkan untuk meminta pertanggungjawaban hasil penggunaan anggaran nasional,” ujarnya.

Terlihat kotak kotak di badan jalan yang rusak di jalinsum Pabatu tidak diperbaiki. (foto: Ver)

Dalam catatan, proyek pengaspalan ulang yang bersumber dari APBN ini dikerjakan mulai tanggal 8 Maret 2017 lalu. Proyek nasional itu ada di anggaran Bina Marga Sumut dan dikerjakan oleh pihak rekanan PT Bumi Karsa.

Mulai pengerjaan proyek pengaspalan Jalinsum dari perbatasan Kota Tebingtinggi menuju Siantar yang bernilai Rp 223.349.543.692.00 dengan masa kerja selama 1080 hari kelender sesuai data di plang proyek di perbatasan di APBN Murni Tahun 2016 bersumber di Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II.

Ketika dikonfirmasi, tak satupun pekerja berani berkomentar. Malah, kini pihak rekanan sedang melakukan pelebaran jalan Nlnasional dengan seadanya pula.

Penulis: ver. Editor: abn.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan