HETANEWS

Dinkes Sergai Potong Jasa Medik Perawat dan Tenaga Medis Hingga 50 Persen

Kantor Dinas Kesehatan Sergai. (foto : Sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengalami pemotongan yang cukup fantastis hingga mencapai angka 30-50 persen. 

Pemotongan dana jasa medik yang seharusnya dibayarkan kepada tenaga medis dan perawat di Puskesmas ini diperkirakan terjadi di seluruh Puskesmas wilayah Kabupaten Sergai.

Terbongkarnya masalah ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa petugas medis di beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Pemotongan itu sudah bertahun-tahun dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sergai. Padahal dana kapitasi tersebut merupakan hak mutlak diterima oleh para tenaga medis yang bertugas di Puskesmas.       

Menurut pengakuan salah seorang pegawai Puskesmas yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan, pemotongan dana kapitasi JKN yang dilakukan Dinkes itu dengan dalih untuk pengurusan adminitrasi dan lain-lain.

Kegiatan itu juga sudah berjalan 4 tahun lebih dan tidak tanggung-tanggung pihak Dinkes memotong dana tersebut hingga mencapai 50 persen dari dana yang seharusnya diterima para tenaga medis di Puskesmas.

“Setiap dana tersebut keluar kami tidak pernah penuh menerimanya. Dan yang mengherankan, kami harus menandatangani kwitansi yang tidak sesuai dengan jumlah yang diterima,” ucapnya, Rabu (7/6/2017) di Sei Rampah.          

Menurut informasi, pemotongan dana kapitasi yang dilakukan pihak Dinkes ini terkesan dipaksakan. Sebab kalau tenaga medis tidak mau menandatangani meskipun tidak sesuai dengan jumlah yang diterima, akan terancam dipindahkan dari tempat tugasnya.

”Mau gak mau kami harus menerimanya, kalau tidak dipindahkan. Tahun lalu masih per 3 bulan saat ini 1 bulan sekali," paparnya.

Dari hasil penelusuran dan informasi yang didapat, pemotongan itu dilakukan pegawai berinisial RM. Selanjutnya RM menyetorkan kepada LS, salah satu Kasubag di Dinkes Sergai.           
Direktur LSM Lembaga Pemerhati Keadilan Hukum (LPKH) Sugito mengaku, kecewa mendengar adanya pemotongan dana kapitasi dilakukan pihak Dinkes.

Sebab menurutnya, dana kapitasi itu merupakan hak mutlak dari para tenaga medis yang bertugas di Puskesmas. Karena dana tersebut langsung masuk ke rekening bendahara mereka.

”Apa yang dilakukan Dinkes sudah jelas menyalahi aturan. karena memotong dana tersebut. Ini jelas pemotongan dana itu dijadikan ajang memperkaya diri dan akan kita telusuri kebenaran. Jika terbukti akan kita laporkan kepada penegak hukum,” ungkap Dugito.

Kadis Kesehatan Sergai, Bulan saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengaku tidak tau.

"Mana ada pemotongan puskesmas. Siapa yang melakukannya dan coba nanti saya itu," kilahnya.

Penulis: sutrisno. Editor: aan.