Asahan, hetanews.com - Jalan di Madong Lubis belakangan ini membuat para pengendara yang melintas kesal.

Pasalnya banyak pengendara terjebak masuk ke dalam lubang-lubang di badan jalan yang berada Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan itu. Padahal jalan ini termasuk paling padat arus lalu lintasnya karena berada di kawasan sekolah.

Kekesalan ini ahirnya diluapkan warga sekitar, pasalnya hampir setiap akhir tahun pasti ada perawatan jalan untuk menutup lubang yang sama.

Namun beberapa bulan kemudian, lubang yang ditutup ini kembali rusak. Dan bertambah banyak korban yang 'terjerat' akibat lubang lubang di jalan tersebut.

“Jalan ini termasuk yang paling cepat rusaknya, lihat saja banyak lubang di sepanjang jalan ini. Padahal hampir setiap tahun diperbaiki dan ditambal, beberapa bulan kemudian sudah terbuka lagi dan makin besar lubangnya,”ujar Cus  salah seorang pedagang di lokasi tersebut kepada wartawan, Kamis (8/6/2017).

Kondisi itu, kata dia kembali diperparah jika hujan tiba, maka lubang akan tertutup oleh genangan air hujan. Jika tak berhati-hati, maka akan ada korban yang hanya sekedar kejebak bahkan sampai terjatuh akibat lubang yang tertutup genangan air itu.

Hal yang sama juga disampaikan, Kevin. Menurutnya, kerusakan jalan yang terjadi ini diakibatkan bebasnya selama ini truk yang muatannya melebihi tonase melintas menggunakan jalan tersebut.

“Saya melihat salah satu penyebab kerusakan karena sudah terlalu bebas itu truk yang bukan kapasitasnya melintas di Jalan Madong Lubis. Kita bermohon agar Pak Bupati  Taufan Gama Simatupang memperhatikan kondisi jalan ini dengan memerintahkan dinas terkait untuk memperbaikinya. Namun kita berharap ada larangan bagi truk melebihi tonase melintas di jalan itu,” harapnya.

Pantauan hetanews, Jalan Madong Lubis yang menghubungkan Kota Kisaran dengan Kelurahan Mutiara ini panjangnya hanya sekitar 1 kilometer dan terdapat belasan sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Di hari biasa, aktivitas jalan ini selalu ramai penuh sesak oleh pengendara yang mayoritas adalah pelajar sekolah.