HETANEWS

Terdakwa Kasus 7 Paket Sabu Divonis 7 Kalender

Yudi Syahlan. (foto : BT)

Siantar, hetanews.com-Yudi Syahlan alias Temon, terdakwa kasus narkoba sebanyak 7 paket sabu divonis 7 tahun pidana penjara pada sidang yang dipimpin hakim ketua Fitra Dewi Nasution.

Fakta persidangan ini berlangsung kemarin, Selasa (7/6/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Fitra didampingi hakim anggota, Fhytta Sipayung dan M Nuzuli.

Dalam amar tuntutannya, majelis hakim menyatakan perbuatan terbukti melanggar bersalah pasal 114 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta subsider 4 bulan pidana penjara," ujar hakim Fitra.

Putusan dinilai lebih tinggi dari tuntutan penuntut umum, Anna Lusiana. Pada sidang sebelumnya, warga Jalan Sibatu Batu Blok II, Kelurahan Bah Sormam Kecamatan Siantar Sitalasari dituntut selama 5 tahun penjara. 

Dalam amar tuntutannya, Anna menyatakan perbuatan terdakwa melanggar pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009.

Terdakwa mengaku masih berpikir-pikir atas putusan yang dibacakan. Sidang kemudian ditutup dan terdakwa digiring kembali ke ruang tahanan.

Majelis hakim dipimpin Fitra Dewi Nasution beranggotakan dua hakim anggota Simon CP Sitorus kemudian menunda sidang dan kembali menggelar sidang pekan depan.

Diketahui, Yudi diadili di depan meja hijau lantaran pada 3 Nopember 2016 sekira pukul 08.30 WIB, mendatangi rumah Dedi Junedi (terpidana divonis 12 tahun) di Jalan Bola Kaki Gang Langgar, Kecamatan Siantar Barat guna mengambil pesanan sabu.

Setiba di rumah, Yudi lantas mengambil pesanan sabu yang diletakkan diatas pintu rumah dan memberi uang sebesar Rp 450 ribu.

Bahwa sesuai lembar dakwaan, terdakwa Yudi sudah bolak balik memesan sabu terhadap Dedi dan dengan cara transaksi terdakwa mengambil sabu di atas pintu rumah terbuat dari besi yang sudah disiapkan Dedi sebagaimana jumlah pesanan terdakwa.

Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB, terdakwa sedang bekerja di bengkel las di depan rumahnya diringkus petugas polisi berpakaian preman. 

Petugas lalu menggeledah rumah terdakwa dan menemukan tas berwarna putih les ungu yang di dalamnya kotak permen berisi 7 paket sabu seberat 1.42 gram. 

Kepada petugas, pria berumur 35 tahun mengaku membeli sabu tersebut dari Dedi Junedi. Petugas kemudian mengembangkan kasusnya akhirnya menangkap sang bandar.

Penulis: bt. Editor: abn.