HETANEWS

Sekda Marah-Marah di DPRD Siantar, Ini Penyebabnya

Rapat pansus DPRD Siantar dengan Sekretariat Daerah dan BPKD Kota Siantar. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com  - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar, Reinward Simanjuntak marah-marah saat rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Siantar, Selasa (6/6/2017).

Reinward marah-marah terhadap para pegawai di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Siantar yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari para DPRD Siantar yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Siantar tahun 2016.

Ketua Pansus DPRD Siantar, Rini Silalahi awalnya menanyakan tentang nota jawaban Wali Kota Siantar atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Siantar di halaman 9 poin 7 yang berisi, terhadap pertanyaan anggota dewan yang terhormat perihal penyelenggaraan tugas pembantuan, Pemko Siantar akan menyampaikan pada rapat berikutnya.

Jawaban relatif dari Pemko Siantar tersebut merupakan pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan dalam poin 4 yang penyelenggaraan tugas pembantuan ada di 5 SKPD yaitu di Dinas Kesehatan, RSU Djasamen Saragih, Dinas Tarukim, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja serta Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil.

“Melalui kesempatan ini, kami dari Fraksi PDI Perjuangan mohon penjelasan yang lebih terperinci lagi. Dan kepada pimpinan DPRD Siantar agar member kepada komisi DPRD yang membidangi atau yang terkait untuk memberi waktu agar bisa mencek langsung tentang kebenaran di lapangan,” pandangan umum PDIP.

Hal inilah yang ditanyakan Rini Silalahi. Reinward Simanjuntak yang dalam rapat tersebut kemudian memberikan wewenang kepada BPKD untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun, BPKD pun tak bisa menjawab pertanyaan tersebut yang mana BPKD diwakili Sekretaris, Kurnia, sehingga Reinward Simanjuntak marah.

“Jangan tanya kami. Kalian (BPKD) yang tau jawaban itu. Soal anggaran, kalian yang tau. Maaf ya bapak/ibu dewan. Mana dana dari APBD, mana dana dari APBN, kalian yang tau rinciannya itu. Bukan kami. Maaf ya bapak/ibu dewan,” kata Reinward.

Penulis: ndo. Editor: aan.