Tebingtinggi, hetanews.com - Pasca dikabarin telah bebas dari tahanan, rumah pelaku percabulan anak tiri dilempari ratusan warga, Minggu (4/62017), namun beruntung tidak ada korban jiwa.

Peristiwa itu terjadi di Dusun III Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Menurut Kepala Dusun (Kadus) III, Samsul, jika pelaku bernama Tukiman telah bebas meski telah ditahan Polres Tebingtinggi selama 2 bulan atas kasus percabulan.

Awalnya informasi bebasnya Tukiman diketahui pada Minggu (28/5/2017). Warga yang merasa keberatan atas lepasnya pelaku percabulan, tanpa dikomandoi langsung melakukan aksi melempari rumah Tukiman (65).

Sebelum kejadian, Sabtu (3/6/2017) sekira pukul 24.00 WIB, Samsul sudah mendapatkan informasi akan adanya aksi warga sehingga dirinya melakukan koordinasi dengan Polsek Dolok Merawan. Saat kejadian berlangsung,pihaknya melakukan larangan, namun warga tetap saja bereaksi.

Minggu (4/6/3017) sekira pukul 07.00 WIB, Kapolres Tebingtinggi, AKBP Ciceu Cahyati turun ke lokasi kejadian di Dusun III Desa Limbong untuk menenangkan warga. Sementara pelaku kembali dibawa ke Polres Tebingtinggi.

Sementara itu, Kapolsek Dolok Merawan,AKP Tarigan membenarkan kejadian itu. Dirinya juga menyarankan ntuk informasi lengkapnya agar menghubungi Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala.

Sebelumnya, Reskrim Polsek Dolok Merawan melakukan penangkapan terhadap pelaku, Senin (6/2/2017).

Pelaku warga Dusun I Desa Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun ini diciduk terkait laporan saksi korban RK (17) selaku anak tirinya dan sesuai dengan LP / 42 / lI / 2017/ SPKT TT tanggal 6 Februari 2017.

Dalam laporan RK, disebutkan dicabuli pelaku pada Minggu 18 September 2016 sekira pukul 19.30 WIB di Dusun III, Desa Limbong, tepatnya di areal kebun sawit.

Terungkapnya kasus ini pada tanggal 29 Januari 2017 sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu ibu korban bertanya pada RK mengapa bapak tiirnya selalu mengatakan jika dirinya sudah tidak perawan lagi.

Korban pun mengaku, jika sewaktu dibawa berobat, lalu dibawa ke kebun sawit. Ketika berada di kebun sawit, celana korban dibuka dan pelaku meremas payudara korban serta menghisapnya. Akhirnya pelaku menyetubuhi korban.

Tak terima atas kejadian itu, akhirnya ibu korban melaporkan ke pihak berwajib dan pelaku ditahan.