HETANEWS.COM

Dugaan Penipuan di Nias, Anggota DPR Disebut akan Diperiksa Polri

Marinus Gea, Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-Perjuangan.

Gunungsitoli, hetanews.com - Penasehat Hukum Roslina Hulu yakni Wardaniman Larosa mengklaim telah mendapat kabar pemanggilan terlapor Marinus Gea yang juga Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, untuk dimintai keterangan atas dugaan penipuan.

Menurut Wardaniman, penyidik Bareskrim Mabes Polri dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan.

Hal itu dikatakan Wardaniman Larosa kepada hetanews melalui telepon seluler, Sabtu (3/6/2017) malam.

Pemanggilan ini berdasarkan informasi yang mereka dapatkan atas dasar telah diperiksanya saksi-saksi dari pihak pelapor. 

"Pihak Kepolisian telah mengumpulkan bukti-bukti dengan memanggil dan memeriksa beberapa orang saksi di Bareskrim. Ini termasuk mendatangi langsung para saksi di Pulau Nias," sebut Wardaniman.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tahap I, penyidik telah meminta untuk interview tambahan kepada saksi inisial CCH .

"Itu telah selesai dilaksanakan beberapa hari yang lalu, penyidik akan memanggil dan memeriksa terlapor Marinus Gea," kata Wardaniman.

Menurutya, kasus dugaan perkara pidana dugaan penipuan yang melilit Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) dan Ketua DPD Taruna Merah Putih Banten, Marinus Gea ini dilaporkan seorang ibu rumah tangga di Pulau Nias. 

Atas dugaan perbuatan yang tidak terpuji dan terkesan menindas kaum lemah tersebut, Roslina Hulu bersama penasehat hukumnya telah membuat Laporan Polisi No.228/II/2017/Bareskrim, di Mabes Polri.

Lanjut Wardaniman, dugaan penipuan itu bermula saat akta jual beli dan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas 2 bidang tanah yang berlokasi dekat bandara Binaka Pulau Nias seluas 11.592 M2 dengan harga Rp 100 ribu permeter telah beralih atas nama terlapor Marinus Gea. 

"Terlapor hanya membayar Rp 200 juta, dan sisanya sebesar Rp 959.200.000 sampai saat ini belum kunjung dibayar," ungkapnya.

Pihaknya juga mendesak terlapor untuk segera membayarkan sisa pembayaran atas pembelian dua bidang tanah milik kliennya. Tujuannya agar masalah ini tidak berlarut-larut dan sekaligus mengurangi preseden buruk bagi diri terlapor.

"Pernah diutarakan langsung pelapor saat agenda sidang mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli,  namun tidak disambut baik oleh pihak Marinus Gea melalui kuasa hukumnya," tutur Wardaniman.

Sementara itu, Penasehat Hukum terlapor, Wira Dharma Harefa mengatakan, pemanggilan saksi-saksi dari pihak pelapor menurut informasi yang mereka dapat sudah dipanggil. Tetapi tidak diketahui jelas siapa saja yang sudah diperiksa.

"Yang kami dengar informasi, dan beredar di media bahwa penyidik telah meminta keterangan saksi dari pelapor. Kami tidak tau semua siapa aja yg telah diminta keterangan oleh penyidik," ujarnya.

Kata Wira, proses pemeriksaan hingga saat ini masih berjalan norma dan tidak ada yang aneh. Pihaknya mempercayakan kasus ini kepada penegak hukum. Namun diakui Wira, kliennha pernah diundang penyidik.

"Kami pihak terlapor percaya pada penegak hukum mereka melakukan pekerjannya secara profesional dan transparan. Terlapor sudah diundang (sifatnya undangan) oleh penyidik pada bulan Mei lalu," sebutnya.

"Kita tunggu saja hasil resmi dari penyidik apakah masuk ke tahap berikut atau laporanya dihentikan. Itu kewenangan penuh dari penyidik. Nari kita tidak mendahului penyidik," tambah Wira.

Penulis: soni. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan