HETANEWS

Sentuhan Teknologi, Mengubah Dimensi Interaksi di Masyarakat

Sintiya Dwi Ryanti.

Oleh: Sintiya Dwi Ryanti

Pada zaman yang sudah modern ini makin banyak perkembangan pada dunia teknologi, ada berbagai macam teknologi, contohnya yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Ini (TIK) adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lain. Contoh dari teknologi modern yaitu, bisa berupa handphone (HP), laptop, komputer, televisi dan tablet.

Pada pembahasan kali ini saya akan mengulas mengenai 'Sentuhan Teknologi, Mengubah Dimensi Interaksi di Masyarakat'. Tau tidak hubunganya apa teknologi dengan interaksi sosial? Interaksi manusia dengan teknologi telah banyak terjadi seiring dengan perkembangannya dan dapat terjadi di berbagai bidang misalnya bidang pendidikan, ekonomi dan sosial. 

Perkembangan teknologi juga dapat menyelesaikan masalah di dunia nyata, mempengaruhi budaya dan lingkungan sekitar manusia.

Dengan adanya teknologi, interaksi manusia dapat dilakukan lebih mudah. Salah satu pengaruh teknologi yaitu teknologi telah mencukupi membawa manusia keluar dari atmosfer bumi dan menjelajahi luar angkasa.    

Namun adapula dampak negatif dari teknologi modern, di zama yang sudah modern ini hampir semua kalangan sudah memiliki alat komunikasi berupa HP. Interaksi sosial adalah hubungan antar individu satu dengan individu lainnya. Individu satu dapat mempengaruhi yang lain begitu juga sebaliknya (definisi secara psikologi sosial). 

Pada kenyataannya interaksi yang terjadi sesungguhnya tidak sesederhana kelihatannya melainkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Interaksi terjadi karena ditentukan oleh banyak faktor termasuk manusia lain yang ada di sekitar yang memiliki juga perilaku spesifik.

Ilustrasi.

Akibat dari sentuhan teknologi modern komunikasi ini telah mengubah dimensi interaksi di masyarakat. Dulu masyarakat bisa berinteraksi dimana saja, contohnya saat berkumpul dan berbincang-bincang bersama teman atau keluarga, namun sekarang berkomunikasi dan berbincang saja sudah dilakukannya melalui HP. Hingga saat sedang bersebelahan saja masih mengobrol melalui HP, apalagi sekarang ditambah dengan munculnya media media sosial (medsos) seperti Instagram, WhatsApp, BBM, dan masih banyak lagi yang tentunya media ini juga bisa dijadikan sebagai media informasi dan komunikasi. 

Kemudian dalam dunia pendidikan, sekarang sudah banyak yang menggunakan metode pembelajaran dengan bantuan teknologi, contohnya belajar secara online melalui internet, disini juga dapat mengurangi interaksi sosial secara langsung antara murid dan pengajarnya.

Dikarenakan teknologi modern ini kebiasaan interaksi di masyarakat pun menjadi berubah.

Ada beberapa dampak yang didebabkan oleh teknologi ini, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari TIK yaitu, lebih mempermudah pekerjaan contohnya pada sistem administrasi, mendapatkan informasi dengan cepat, sistem pembelajaran yang tidak harus bertatap muka, adanya perpustakaan online, dan munculnya media massa khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.

Kemudian dampak negatif dari TIK yaitu, kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Ini karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan, mampu mempengaruhi perilaku seseorang, sehingga lebih terbiasa berkomunikasi menggunakan HP dari pada berinteraksi langsung, dan dalam dunia pendidikan pengajar dengan siswa tidak berinteraksi dan bertatap muka secara langsung.

Dengan perubahan pola interaksi sosial yang seperti itu, membuat seseorang ini kebanyakan hanya kenal dan bertegur sapa melalui HP atau medsos, tetapi pada saat kenyataan mereka seperti tidak mengenal satu sama lain. 

Kita boleh saja mengikuti perkembangan zaman, namun tidak boleh meninggalkan atau menghilangkan kebiasaan yang sudah ada. Hendaknya kita menghidupkan kembali, kebiasaan manusia sebagai makhluk sosial.

(Penulis merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang)

 

Penulis: tim. Editor: aan.