Siantar, hetanews.com - Manuntun Pangaribuan alias Tuntun, terdakwa kepemilikan 1.8 kg narkoba jenis ganja diancam 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Henny Simandalahi.

Raut wajah pria berumur 40 tahun itu tampak lesu usai mendengarkan ancaman yang dibacakan jaksa di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Begitu juga ketika dirinya hendak diantar kembali menuju ruang tahanan, usai sidang.

Selain pidana penjara, jaksa juga membebankan denda sebesar 1 miliar. Apabia denda itu tak dibayar, hukuman terhadap warga Jalan Bah Tongguran Kiri, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara ini terancam bertambah 6 bulan pidana kurungan.

Sidang digelar kemarin (30/5/2017) dihadiri hakim ketua Risbarita Simorangkir. Di dalam ruang sidang, Manuntun juga hadir dengan didampingi Baharuddin, penasehat hukumnya.

Dalam surat tuntutannya, Henny menyatakan bahwa Manuntun terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal  111 ayat 2 dan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Ttntang Narkotika.

Tak banyak menyampaikan kata-kata, usai mendengarkan tuntutan jaksa, Tuntun dengan raut wajah lesu mengatakan akan mengajukan nota pembelaan. Hakim sidang lalu menunda persidangan hingga pekan depan.

Diketahui, Manuntun diringkus personel polisi pada 9 Desember 2016 di rumahnya, Jalan Bah Tongguran Kiri, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara.

Manuntun diringkus bersama sejumlah barang bukti berupa uang senilai Rp 135 ribu, 8 paket ganja, 1 baskom transparan berisi daun dan ranting ganja kering, 2 piring kaleng berisi daun dan ranting ganja kering, 1 paket ganja yang dibungkus lakban berwarna hitam. Total keseluruhan mencapai 1,8 kg.

Tak hanya itu, petugas juga menyita 1 timbangan berwarna oranye, 1 mangkok berwarna hijau, 1 bungkus kertas tiktak, alat hisap sabu, 1 unit handphone (HP) merk I Cherry berwarna hitam, serta 1 bungkus plastik berisi sabu seberat 0,04 gram.

Kepada petugas, Manuntun mengaku memperoleh seluruh barang bukti itu dari seorang pria bernama Anto alias Dede yang kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang.