Siantar, hetanews.com - Lampu makam (perkuburan) Kampung Kristen, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan gelap gulita. Kondisi ini sudah berlangsung dalam hampir sebulan belakangan ini.

Hal ini sepertinya tak sesuai janji Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Siantar, Hefriansyah pada kata sambutannya di depan ratusan masyarakat di rumah dinasnya, Kamis (23/2/2017) sehari setelah ia dilantik sebagai Wakil Wali Kota Siantar oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi.

Baca juga: Ziarah ke Makam Almarhum Hulman Sitorus, Hefriansyah Minta Penerangan di Perkuburan

Dalam pemberitaan sebelumnya, selesai pelantikan di Kota Medan, ia kemudian berziarah ke makam almarhum Hulman Sitorus di perkuburan Kampung Kristen. Melihat kondisi perkuburan yang gelap, ia meminta agar dinas terkait memberikan penerangan di perkuburan tersebut.

"Semalam saya langsung tabur bunga ke makam Almarhum. Melihat kondisi gelap, saya minta Tarukim memberikan penerangan di pemakaman. Agar saudara-saudara kita Nasrani saat proses pemakaman maupun ziarah di sana nyaman. Juga, saudara kita Nasrani juga sering proses pemakamannya hingga larut. Alangkah lebih elok adanya penerangan di sana," ungkapnya.

Namun, kondisi sekitar 3 bulan setelah ia dilantik, perkuburan Kampung Kristen jelas sekali gelap gulita. Lampu sorot yang sebelumnya hidup dan menerangi perkuburan, namun, sudah hampir sebulan belakangan ini lampu sorot tersebut tidak menyala. 

Ini seakan menandakan, Hefriansyah tidak menepati janjinya di depan ratusan masyarakat serta Hefriansyah juga tidak ada koordinasi terhadap bawahannya, Reinward Simanjuntak yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP).

Baca juga: Lampu Makam Gelap, Hefriansyah 'Berbohong' dan Reinward Simanjuntak ‘Cuek’

Sementara itu, Reinward Simanjuntak mengatakan bahwa hal itu akan segera diperbaiki dan akan mengecek apa sebabnya lampu makam mati. Karena, ada beberapa lampu yang dari koordinasinya dengan Lukas Barus (mantan Kadis PRKP), yang stop kontak lampu itu berada di rumah warga.

“Kalau mati, kita hidupin lagi. Ada lampu itu yang saya tanya pak Lukas, ada yang dihidupi sendiri ada yang dari rumah orang. Kalau mati memang gara-gara bola (lampu), kita ganti. Nanti saya suruh cek,” kata Reinward.