Simalungun, hetanews.com - Camat Tapian Dolok, Kandance Naiborhu ngaku, oknum anggota DPRD Kabupaten Simalungun JMTS tidak ada berkordinasi saat meminta jatah 9 batang agar aksi pembalakan mahoni milik negara oleh oknum berinisial LS dan RM di wilayah Kecamatannya tidak diributi. 

"Saya mau menghadap Bupati, ada apa. Apa ada lagi penebangan ? Itu tidak ada, siapa narasumbermu yang menyebut. A.S itu siapa," tanyanya minta memperjelas legalitas jatidiri AS dari seberang teleponnya, Jumat (26/5/2017). 

Sebelumnya, AS yang diketahui selaku penerima surat perintah nomor 522/106/Hut/2016 ttg pemangkasan kayu mahoni di pinggiran jalan Medan Kecamatan Tapian Dolok mengatakan   ada dan 9 batang itu diangkut pakai mobill Tanado ke arah kota Medan.

"Ada 9 batang pada saat itu diberikan pada si JMTS. Sekira akhir bulan April 2017 diminta dan diangkut pakai mobil Tonado. Awalnya kan JMTS menelepon Camat. Lalu Camat menelepon LS dan supaya di berikan. Jangan sampai nanti marah kalau gak dikasih, begitu dibilang Camat," beber AS.