Simalungun, hetanews.com - Ratusan pohon Mahoni ditebang dan dipangkas di tJalan Siantar-Medan, Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun sejak bulan Oktober 2016 lalu dan berlanjut di 2017.

Ternyata saat penebangan pohon yang berlangsung dari mulai Kabupaten Simalungun hingga perbatasan Kabupaten Serdang Bedagai  menyisahkan cerita menggelitik.

Pasalnya ada oknum anggota DPRD Simalungun, inisial JMTS meminta ‘jatah’ sebanyak sembilan batang pohon mahoni saat proses pengerjaan berlangsung.

"Ada sembilan batang pada saat itu diberikan pada si JMTS. Sekitar akhir bulan April 2017 diminta dan diangkut pakaimobil Tanado,” ungkap AS, Selasa (23/5/2017).

Ternyata sembilan batang diberikan setelah Camat Tapian Dolok, Kandache Naiborhu menelepon LS agar diberikan pada, JMTS. "Awalnya kan JMTS menelepon Camat. Lalu Camat menelepon LS dan disampaikan supaya diberikan. Jangan sampai nanti marah kalau gak dikasih, begitu dibilang,” beber AS menirukan perkataan Camat.

Alasan sembilan batang pohon itu digunakan membenahi Pos Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) dan gereja.

Sementara itu terkait aksi penebangan pohon di Jalan Siantar-Medan dan Jalan Siantar-Parapat, Kecamatan Jorlang Hataran.

Diketahui Komisi I DPRD Simalungun bidangi Pemerintahan dan Kehutanan telah melakukan koordinasi langsung ke Balai Jalan dan Jembatan di Medan. Hasil dari koordinasi, penebangan seperti di Jalan Medan yang berlangsung sekira bulan Oktober 2016 merupakan tindakan pencurian. Ini termasuk penebangan pohon di Kecamatan Jorlang Hataran.

Sementara permohonan izin dari Pemerintah Kecamatan Tapian Dolok dan Jorlang Hataran telah sampai ke Balai Jalan dan jembatan. Namun, Balai Jalan dan Jembatan hanya sepakat untuk pencabangan.