HETANEWS

Pasca terbakar, Kios di Pasar Dwikora Minim Pengunjung

Terlihat salah satu lorong kios di Pasar Dwikora sepi dan minim pengunjung. (foto : BT)

Siantar, hetanews.com - Penghuni sejumlah kios Pasar Dwikora mencibir minat pengunjung yang mulai berkurang meski kondisi bangunan baru pasca peristiwa kebakaran tahun 2014 lalu.

Sejumlah pedagang maupun wirausaha yang mengais rejeki di ratusan kios yang pernah dilalap si jago merah itu berharap agar pemerintah mampu membuat solusi atas permasalahan yang ada.

Sepinya pengunjung seperti disampaikan salah satu penghuni kios, Boru Sihombing menyebutkan hal ini cukup mengkhawatirkan para penghuni kios yang berkutat di sana untuk dapat bertahan melanjutkan usaha.

"Kalau job sepi, apalagi sekarang kan sudah ada menjahit tapi dioperasikan oleh komputer. Dari segi waktu, harga, kualitas saya rasa kita sudah kalah sama mereka. (mesin) saya ini kan masih manual," katanya.

Pemerintah merehab total ratusan kios pasca terbakar pada 3 tahun silam. Namun, meski kondisinya baru hal tersebut sepertinya belum mampu memberi kepuasan terhadap penghuni kios.

Tampak kios di Pasar Dwikora yang terkesan asal jadi pasca kebakaran pada tahun 2014 lalu. (foto: BT)

Di lapangan, sejumlah bangunan kios tampak kosong tak berpenghuni. Bahkan ada kios sudah tutup beberapa minggu belakangan. Hal ini tentu membuktikan buruknya managemen pengelolaan pasar yang diperkirakan sudah berlangsung lama.

"Kalau yang punya (kios) bilang membangun (per kios) sampai Rp15 juta. Saya kan sewa 2 juta setahun, biaya lain bayar listrik 20 ribu perbulan," katanya.

"Kebersihan ya kayak ginilah di sini, kalau selesai kerja kita bersihkan," ungkapnya.

Dari amatan di lapangan, instalasi listrik ke ratusan kios yang direhab terkesan asal jadi. Itu disebabkan kondisinya yang bebas bergelantungan di atas kios.

Penulis: bt. Editor: abn.