HETANEWS.COM
CITIZEN JOURNALISM

Tender Penyelenggaraan Ramadhan Fair 2017 Dinilai Banyak Kejanggalan

Ilustrasi. (redesign : abe)

Medan, hetanews.com - Proses tender penyelenggaraan Ramadhan Fair 2017 Medan yang diselenggarakan Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemko Medan dinilai banyak kejanggalan. Pasalnya, perusahaan peserta tender, PT. Mulki Abadi Management (MAM) dan PT Japro Indonesia melakukan penawar terendah pertama dan ketiga, justru yang keluar sebagai pemenang adalah PT Global Gemilang.

"Ini tidak wajar dan banyak kejanggalan dalam proses tender itu. Kita sebagai penawar terendah dalam proses tender, kok bisa PT Gemilang yang keluar sebagai pemenang," kata owner JA Production Indonesia didampingi Direktur Utama PT. MAM, Ahmad Lutfi, kemarin.

Mereka mengaku, akan melaporkan dugaan kongkalikong antara pokja pelaksana tender dengan pemenang tender tersebut ke polisi. Dugaan kongkalikong itu didasari beberapa hal, yaitu disalahkannya jadwal pelaksanaan mereka hanya karena mereka mengikuti jadwal pelaksanaan yang dibuat oleh panitia lelang. "Padahal itu merupakan bentuk kepatuhan kami terhadap dokumen lelang. Dalam dokumen itu tidak ada penjelasan detail dalam waktu pelaksanaan," ujarnya.

Hal ini, katanya, bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 sebagai Acuan Peraturan Lelang, yaitu dalam pasal 20 angka 3 huruf b yang menyatakan, waktu pelaksanaan lelang yang tercantum dalam kerangka acuan kerja (KAK), termasuk pula penjelasan mengenai kapan barang/jasa harus tersedia pada lokasi kegiatan/sub kegiatan terkait.

"Panitia menuduh kami bersekongkol dalam tender, karena kata mereka ditemukannya kesamaan di dalam sub bidang yang tercantum pada metode pelaksanaan. Panitia menggugurkan penawaran kami dengan mengacu kepada Pepres Nomor 54 Tahun 2010. Setelah kami pelajari, sangat tidak relevan dijadikan acuan digugurkan karena tidak memenuhi kriteria," ungkapnya.

Sebab, katanya, bila dalam hal metode kerja, bahan, alat termasuk spesifikasi barang terjadi kesamaan dikatakan bersekongkol, berarti PT. MAM dan PT Japro Indonesia mengingkari spek teknis dan item-item yang ada dalam rancangan anggaran biaya (RAB), dan seluruh peserta lelang harus dinyatakan gugur karena memuat barang-barang atau alat dengan spek dan bahan yang sama.

"Alasan yang dikemukakan panitia sebagai dasar penilaian yang menggugurkan kami sangat tidak substansif dan terkesan dipaksakan. Parahnya sampai sekarang kami tidak mendapat penjelasan apa pun dari pokja terkait kualifikasi dokumen yang kami cantumkan. Anehnya lagi masa sanggah itu habis Jumat (12/5/2017), namun dibalas pada Senin (15/5/2017) pagi. Itukan sudah di luar jadwal," ucapnya.

Mereka juga menolak dikatakan kongkalikong dalam proses tender tersebut. Pasalnya, semua kesamaan atau kemiripan dalam metode pelaksanaan hanyalah kebetulan, dan  tidak bisa dijadikan acuan terjadinya persekongkolan. "Kami menduga kuat yang melakukan persekongkolan adalah Pokja dan pemenang tender.Kami juga menduga di balik pemenang tender ada oknum yang sama dengan pelaksanaan Ramadan Fair tahun lalu," jelasnya.

Mereka juga mempertanyakan apakah benar PT. Global Gemilang membuat dokumen dengan sempurna, sehingga layak ditetapkan sebagai peserta tunggal yang lolos evaluasi. "Pokja dengan cepat memberikan tanda bintang di website lpsepemkomedan.go.id kepada PT. Global Gemi­lang tanpa meminta klarifikasi dokumen terlebih dahulu kepada kami," pungkasnya.

Komisaris PT Global Gemilang, Said Hamzah membantah adanya dugaan kongkalikong tersebut. "Saya menang murni. Tuduhan kongkalikong pasti dari pihak yang kalah. Silakan lihat di website, dari situ setiap peserta tender pasti tahu apa saja kesalahan. Jadi jangan menuduh yang aneh-aneh," pungkasnya.

Penulis: ardiansyah. Editor: abn.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!