Siantar, hetanews.com - Bicara Kota Siantar, paling tidak yang terbersit dalam benak seseorang adalah kota yang berhawa sejuk sekaligus sebagai “gudang kuliner” yang punya citarasa tinggi hingga membekas di lidah.

Satu dari sederet tempat untuk kamu bisa bersantap kuliner khas Siantar adalah Mie Pansit Awai. Sebuah Restoran yang cukup melegenda karena hingga kini dikelola oleh generasi ketiga setelah dirintis oleh sang Kakek 69 tahun yang silam hingga kemudian turun kepada Ayahnya dan kini berada di bawah kendali cucu maupun anaknya yang bernama Chandra Djohan.

Siang itu, Selasa (16/5/2017) ketika Hetanews.com menyambangi Pansit Awai yang terletak di Jalan Surabaya, Kota Siantar, pemilik Pansit Awai yang bertubuh jangkung ini tampak sedang berbenah di sebuah ruangan di lantai 2, tempat di mana ia kerap bersantai menikmati secangkir teh anget dan terkadang menyeruput kopi yang ia sajikan sendiri.

Pria yang akrab disapa dengan nama Asiong ini menyambut hangat tim Hetanews.com yang menyambangi Restoran sekaligus kediamannya itu. Dengan sigap, Asiong juga menyajikan segelas kopi berukuran kecil dengan mesin espresso yang ia sajikan sendiri. “Yuk bang…, kita ngopi dulu sembari berceritera dengan santai,” sapanya dengan semangat dan keceriaan yang tampak di wajahnya.

Asiong mengaku bahwa Pansit Awai hingga kini telah mengalami metamorfosa setelah sebelumnya ia melakukan langkah-langkah yang cukup sistematis bagaimana sesungguhnya mengembangkan sebuah bisnis yang sesungguhnya. Terbukti, Pansit Awai tidak hanya ditemukan di Kota Siantar saja, tapi juga di Kota Medan, siapa saja bisa menemukan beberapa Restoran atau Gerai berlabelkan “Mie Pansit Awai”.

Suasana di lantai 1 terlihat beberapa pengunjung sedang menikmati mie pansit dan jenis kuliner lainnya. (Istimewa)

“Hari ini saya baru saja tiba dari Kota Medan setelah sebelumnya beberapa hari di sana sembari melakukan kontroling Restoran kita di Medan bang. Dan ini sudah menjadi tugas rutin saya wara wiri Siantar – Medan maupun sebaliknya demi pengembangan dan kemajuan usaha yang saya jalankan seperti sekarang ini,” ujar Asiong.

Seperti yang diketahui secara umum bahwa memang Mie Pansit Awai sudah cukup tenar bagi penikmat kuliner. Maklum, Pansit Awai sudah berdiri sejak tahun 1948 yang dirintis oleh kakeknya yang kala itu hanya menggunakan gerobak dorong. Siapa saja yang memang penikmat mie pansit, baik itu warga lokal Siantar maupun perantau asal Siantar, Medan dan sekitarnya, pasti akan menyempatkan diri untuk menyantap seporsi mie pansit yang adalah salah satu makanan khas Kota Siantar.

Pansit Awai terbilang sebuah restoran yang cukup comfort manakala anda bersantap mie pansit ataupun jenis kuliner lainnya di sana. Dan lebih spesial lagi, di lanti dua, anda akan lebih menikmati suasana yang lebih private karena ketika anda menikmati makanan maupun minuman, anda juga bisa menikmati alunan musik yang bisa karaoke sesuai jenis lagu yang anda sukai.

“Pansit Awai bisa anda jadikan sebagai tempat untuk menikmati kuliner dikala anda punya waktu santai bersama dengan sahabat, partner maupun keluarga anda,” pungkas Asiong yang hobi berolahraga marathon dan touring motor ini.