Simalungun, hetanews.com - Proyek pembuatan parit pasangan sepanjang sekira 350 meter yang merupakan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) PTPN IV Unit Marjandi di Huta Bahsawah, Nagori Mekar Sari Raya, Kecamatan Pane terkesan asal jadi.

Pasalnya, pihak Rekanan CSR kebun Marjandi dalam memasang campuran pasir semen yang merupakan perekat batu padas dinding saluran parit pasangan hanya menggunakan tangan pekerja tanpa alat bantu. “Padahal lazimnya itu menggunakan sendok pasang," ujar Warno salah satu warga di sana saat melintasi lokasi, Senin (15/5/2017).

Menurutnya, akibat aksi terkesan malpraktek konstruksi yang dilakukan para pekerja, pemasangan dinding saluran parit pasangan sudah berulang kali ambruk. Sementara pemasangannya mulai dikerjakan sepekan lalu.

"Mungkin karena campuran semen pasirnya tak sesuai takaran hingga para pekerja mampu menggunakan tangannya tanpa pelindung berupa sarung tangan. Dan berulangnya pasangan batu padas ambruk juga diduga akibat campuran perekat tak sesuai dan cuaca," ujarnya.

Terpisah, Erin warga lainnya membenarkan kejadian itu. "Memang itulah terjadi, saat kita pertanyakan, para pekerja menyebut sudah biasa melakukannya sehingga kembali kita tanya siapa oknum pemborongnya. Dan menurutnya, si Haloho karyawan di kantor direksi (kandir)," ungkapnya.

Manager kebun Unit Marjandi, Swandi Damanik yang coba dikonfirmasi melalui nomor telepon pribadinya dari salah satu karyawan mendapatkan jawaban nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan.