HETANEWS.COM

Aksi Seribu Lilin di Humbahas, Perjuangkan NKRI Harga Mati

Ribuan warga Humbahas mengikuti aksi seribu lilin buat Ahok.

Humbahas, hetanews.com - Vonis hukum yang diberikan terhadap Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ternyata berbuntut panjang, dengan terjadi aksi solidaritas di berbagai daerah di Indonesia.

Ini untuk menuntut agar kerukunan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali berdiri tegak, sekaligus menuntut agar Ahok dibebaskan dari ketidakadilan sistem peradilan.

Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) salah satu daerah yang mengadakan aksi tersebut pada hari Minggu (14/5/2017) melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merangkul dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memperjuangkan NKRI sebagai harga mati.

Puluhan ribu warga memadati alun-alun Kecamatan Doloksanggul berorasi dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan daerah tersebut.

Dalam acara tersebut beberapa perwakilan FKUB yang terdiri dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), GP Ansor, dan perwakilan dari komite kepemudaan membacakan pernyataan sikap bersama seluruh masyarakat Humbahas.

Dalam pernyataan bersama tersebut ada 9 tuntutan yang dibacakan yakni, NKRI merupakan harga mati, Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekayaan yang harus dirawat dan dipertahankan, bubarkan ormas radikal di Indonesia, menolak FPI dan HTI di bumi Humbahas, tangkap Habib Rizieq Shihab, mendukung TNI/Polri untuk membubarkan ormas radikal, tolak kekerasan dan tirani dalam bentuk apapun, tangkap penista pancasila.

Acara solidaritas ini juga turut dihadiri pihak Pemkab yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Saul Situmorang dan Ketua DPRD Manaek Hutasoit.

Manaek berharap agar di dalam acara tersebut dihindarkan dari segala bentuk kekerasan dan anarkis, dan menjaga selalu kedamaian di bumi Humbahas.

Ditambahkan juga, melalui acara ini agar kedepannya Indonesia kembali menjalin kebhinekaan antar agama, suku dan ras ditengah-tengah masyarakat.

"Kita seluruhnya berharap kedepannya melalui acara ini agar indonesia kembali pada predikat kebhinnekaan, dan dapat kembali menjalin kerukunan antar suku, agama dan ras di dalam bermasyarakat," paparnya.

Massa membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB secara tertib dengan tetap menjaga keamanan.

Penulis: trendy. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!