Siantar, hetanews.com - Nicko Fernando Simanjuntak (42) dijemput paksa tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar setelah 2 kali mangkir dari panggilan atas kasus penggelapan dalam jabatan, Selasa (9/5/2017).

Pria yang diketahui saat ini menjabat sebagai Manager Area di salah satu perusahaan pembiayaan (leasing) bernama Reksa Finance beralamat di Komplek Megaland, Kecamatan Siantar Timur itu dieksekusi setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) dengan putusan nomor 99 K/PID/2015.

Kasi Intel Kejari Siantar, Hary Palar menuturkan, perbuatan Nicko, warga Jalan Hatirongga, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara ini dilaporkan oleh Sarolim Sinaga pada tahun 2012 lalu.

Saat itu, Nicko menjabat sebagai Kepala Cabang ITC Finance berkantor di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat. Sedangkan Sarolim merupakan nasabah perusahaan pembiayaan tersebut.

"Jadi korban ini meminjam uang dengan menggadaikan 2 buah Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil miliknya tahun 2009. Pinjaman itu (selama 3 tahun) dan sudah diselesaikan di tahun 2012, namun BPKB korban tidak dikembalikan perusahaan," ujarnya.

Hary menyampaikan, korban tak terima dan lantas melaporkan hal itu ke Polres Siantar hingga berujung ke meja hijau pada 2014 silam. Meski begitu, hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar dipimpin Viktor Pakpahan beranggotakan dua hakim Maria Sitinjak dan Silvya Terry memvonis bebas terdakwa Nicko.

"Iya, saat itu kita menuntut (Nicko) 1 tahun dan 6 bulan pidana penjara sesuai pasal 374 KUHPidana akan tetapi divonis bebas pengadilan (PN Siantar)," sambung Hary.

Tak berhenti disitu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan upaya hukum kasasi ke MA dan mengabulkan kasasi sebagaimana tertuang dalam putusan nomor 99 K/PID/2015 tanggal 19 Mei 2015.

"Putusan MA membatalkan putusan pengadilan. Yang bersangkutan (Nicko) dijatuhi pidana 1 tahun penjara. Hakim MA diketua Andi Abu Ayyub Saleh,” sambung Hary.

Menindaklanjuti putusan MA, Hary menyampaikan pihaknya telah menyurati Nicko sebanyak 2 kali, namun tak digubris. Terpidana itu dieksekusi di Kantor Reksa Finance oleh tim Kejari Siantar diantaranya Kasi Pidum, Albert Pangaribuan, Kasubbagin Dodi Emil, Kasi Intel Hary Palar serta dua jaksa fungsional Henny Simadalahi dan Flora Rajagukguk.

"Dua kali kita panggil tetapi tidak direspon. Sebelum kita jemput tadi, pergerakan (Nicko) selama 2 minggu belakangan sudah kita pantau terus," kata Hary.