Siantar, hetanews.com - Putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar tentang kasus narkotika jenis sabu banyak menimbulkan pertanyaan besar terhadap banyak kalangan. 

Itu lantaran ada perbedaan saat divonisnya salah satu tersangka wanita bernama Inggi Virgiawan Saragih memiliki 2 paket sabu dan Riko seorang residivis dengan 9 paket.

Namun saat hakim melakukan amar putusan Riko dari tuntutan 2,5 tahun menjadi 2 tahun. Sementara Inggi mendapatkan putusan selama 3 tahun bui.

Kasat Narkoba Polres Siantar, AKP Mulyadi untuk meminta tanggapan atas hal itu, dirinya mengatakan tidak bisa menanggapi hal tersebut.

"Kalau tentang hal itu (putusan hakim) tidak bisa saya tanggapi lah. Hakim melakukan seperti itu kan dari hati nurani. Itu tidak bisa kita campuri," ujar Mulyadi saat berada di ruangannya, Kamis (4/5/2017).

Lanjutnya, lagi pula sebelum putusan pasti ada hal yang meringankan dan memberatkan. Menurutnya, ini tidak bisa membuat pihaknya masuk ke ranah mereka (Pengadilan).

"Polisi kan hanya menyidik saja dan kalau berkas-berkas sudah lengkap, dilimpahkan ke Jaksa dan habis itu sudah selesai," papar Mulyadi..