HETANEWS

Wakil Ketua DPRD Siantar Ini Minta Demokrat Ganti Eliakim Karena Dianggap Semena-mena

Wakil Ketua DPRD Siantar, Mangatas Silalahi didampingi Timbul Lingga dan 17 anggota DPRD lainnya. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com - Dianggap selama ini saat memimpin DPRD Siantar berlaku semena-mena, Eliakim Simanjuntak selaku Ketua DPRD diminta bisa diganti posisinya oleh Partai Demokrat. Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Siantar, Mangatas Silalahi saat menggelar konfrensi pers pasca ricuhnya rapat paripurna, Rabu (3/5/2017) perihal penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Mangatas mengawali pembicaraan mengenai insiden yang seharusnya tidak pantas dicontohkan para anggota dewan. Dikatakannya, rapat tadi tersebut sudah terjadwal dan diskors hingga beberapa kali. Forum rapat juga telah menyetujui permintaan dari Fraksi Indonesia Raya yang meminta waktu selama satu jam untuk menyelesaikan permasalahan internal dimana ada terjadinya dualisme di fraksi di bawah naungan Partai Gerindra tersebut.

"Kemudian, sidang dibuka, dilanjut, dinyatakan tidak ada kesepakatan di masalah Gerindra (Fraksi Indonesia Raya). Tatib (tata tertib) tentang AKD, paripurna yang memutuskan artinya ketika sudah qourum, jalan terus, tidak bisa berhenti, Ketika Gerindra meminta waktu lagi, hemat kita, ketua itu tanyakan kepada floor (forum rapat). Kalau tidak terjadi musyawarah mufakat, bisa voting. Siapa yang setuju sidang ini dilanjutkan atau siapa yang setuju diskors," katanya didampingi Wakil Ketua DPRD, Timbul Lingga dan 17 anggota dewan lainnya.

Namun, yang ia sayangkan, Eliakim Simanjuntak dianggap arogan karena mengetuk palu untuk menskors sidang tanpa ada berembuk dengan kedua Wakil Ketua DPRD. Padahal, kata Mangatas, mereka bertiga selaku pimpinan DPRD, sifatnya adalah kolektif kolegial. Untuk itu, ia bersama Timbul akan menemui Eliakim agar Eliakim mendelegasikan kepada salah satu dari Wakil Ketua DPRD itu untuk bisa memimpin lanjutan rapat paripurna penyusunan AKD tersebut.

"Kalau terjadi seperti tadi, kita tetap mengacu pada Tatib kita. Di pasal 41, kita berdua bisa mengusulkan rapat pimpinan untuk mananyakan siapa yang memimpin rapat paripurna besok atau lusa atau bagaimana tindak lanjut paripurna ini tapi lebih siapa yang memimpin sidang. Kita akan meminta agar Eliakim mendelegasikan kepada kita. Tapi kalau ia tidak mendelegasikan, maka kita dengan saudara Timbul yang berembuk berdua. Kita putuskan di sana siapa yang memimpin sidang yang penting (forum rapat) paripurna setuju,” lanjutnya.

Diingatnya, bahwa ia sudah berulang kali menasehati Eliakim agar tidak melakukan tindakan semena-mena di lembaga DPRD. Dimana, Eliakim sering mengeluarkan surat tanpa koordinasi dari dua pimpinan lainnya, namun hanya dari Eliakim sendiri yang mengeluarkan surat.

“Kalau emosi tadi kami, kami mohon maaf kepada paripurna, teman-teman pers, masyarakat Kota Siantar tapi itu lebih dari sikap spontanitas karena sudah terlalu lama saudara Ketua terlalu arogan memimpin sidang. Sudah sering kita perhatikan. Semena-mena selalu, Jadi saya kira tadi momen paling tepat itu. Tentu harapan kita DPRD ini lebih bagus lagi ke depan dan benar-benar berguna bagi masyarakat,” jelasnya.

“Kalau saya ditanya, kalau mau jujur dari hati nurani saya yang paling dalam, supaya bagus lembaga ini, saya kira Ketua Demokrat digantilah Eliakim, tapi orang itu (Partai Demokrat) lah itu. Jangan dia lagi. Saya khawatir, kalau masih ia yang memimpin sidang, mohon maaf, ini bisa jadi pidana nanti kita ini,” tutup Mangatas yang diamini anggota DPRD lainnya.

Penulis: ndo. Editor: abn.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.