Labuhanbatu, hetanews.com - Anak pengusaha Rumah Makan (RM) Kaligoro Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu mengalami luka tusuk dan bacokan dari pelaku perampokan yang dilakukan seorang warga Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat malam 28 April 2017. Pelaku juga berstatus sebagai karyawan rumah makan tersebut.

Muhammad Adif (23), warga Dusun Tanah Rendah, Desa Janji, Bilah Barat, Labuhanbatu jadi sasaran bacokan bertubi-tubi yang dilakukan Muhammad Andika Syahputra (17), warga Desa Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

Kronologis kejadian ketika malam itu, pengusaha RM tersebut Solihin berangkat ke Asahan. Tersangka sekira pukul 22.30 WIB mengelabui korban Adif, seraya mengatakan ada seseorang yang menyusup masuk rumah.

Korban yang tak menaruh curiga mempersilahkan tersangka masuk untuk memeriksa rumah. Tapi, ketika itu pelaku langsung menusuk tubuh korban dengan sebilah parang runcing.

Tak hanya itu, korban juga mendapatkan bacokan-bacokan dari dua senjata tajam yang dipersiapkan tersangka.

Korban mengiba agar tidak disakiti tersangka. "Jangan Andika. Ampun. Ampun. Aku masih pengen hidup, jangan lagi Dika," ujar korban seraya berlari menyelamatkan diri ke dalam sebuah ruangan sembari mengunci dari dalam.

Kemudian, tersangka masuk ke dalam kamar korban. Seraya menjarah sejumlah barang berharga milik korban. Seperti, laptop, PC Tablet, uang, handphone dan dompet korban.

Kemudian, pelaku melarikan diri dengan membawa sepeda motor Scopy nomor polisi (nopol) BK 6626 YAH ke luar Labuhanbatu.

"Akibat kejadian itu korban mengalami luka tusuk di bagian perut. Luka robek karena bacokan di bagian punggung, bagian kepala, dan bagian tangan," ucap Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Tris Lesmana Zeviansyah didampingi Kasat Reskrim AKP M Firdaus saat pres rilis pemaparan kejadian itu, Selasa (2/5/2017) di Mapolres Labuhanbatu.

Pihak Kepolisian, kata Tris akhirnya berhasil menangkap tersangka di kawasan jalan Horas Kelurahan Pancuran Pinang Kecamatan Sibolga Sambas, Kodya Sibolga.

"Pelaku kita jerat pasal 365 ayat 2 ke 1 KHUPidana dengan dugaan pencurian dengan kekerasan," ujarnya seraya menjelaskan korban ketika malam itu juga terpaksa dilarikan ke RS di Kota Medan karena luka serius yang diderita.

Informasi yang dihimpun,  ternyata pelaku sudah enam bulan bekerja di Rumah Makan Kaligoro, Rantauprapat.

Selain melukai korban, tersangka juga menggondol sejumlah barang berharga. Termasuk di antaranya, sepeda motor Scopy Nopol BK 6626 YAH.

Tapi, pihak polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku di kawasan jalan Horas Kelurahan Pancuran Pinang Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

Ternyata, tersangka selain memiliki tempramen tinggi, juga berkeinginan untuk memiliki sepeda motor. Wulan (23) dan Juli (24) karyawati RM Kaligoro mengakui tabiat rekan seprofesinya itu, Selasa (2/5/2017) di Mapolres Labuhanbatu.

Selama enam bulan terakhir bekerja di RM Kaligoro tabiat marahnya sering terlihat.

"Iya, si Dika (tersangka Muhammad Andika Syahputra, red) memang emosional," kata mereka.

Tapi, tambah Juli, tersangka juga kerap curhat ingin memiliki sepeda motor. "Pernah dia bilang, kak aku kepengen punya sepeda motor. Terus minggu depannya bilang kepengen punya handphone. Banyak keinginannya. Jadi saya sarankan menabung," katanya.

Mereka tak menyangka tersangka tega melakukan tindakan kejam terhadap Muhammad Adif. "Kita ngak nyangka dia (tersangka, red) berbuat itu," tandasnya.