HETANEWS.COM

Ini Alasan Hefriansyah Diragukan Bisa Memimpin Kota Siantar

Plh Wali Kota Siantar, Hefriasnyah saat memimpin aple gabungan di Pemko Siantar. (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Sudah 2 bulan lebih Hefriansyah selaku Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Siantar memimpin Kota Siantar.

Sejak dilantik Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi tertanggal 22 Februari 2017 lalu, belum ada kinerja dari Hefriansyah yang bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Siantar.

Sukoso Winarto, pengamat pemerintahan Kota Siantar mengatakan, meragukan akan kinerja Hefriansyah di Kota Siantar. Keraguannya ini dikarenakan persoalan administrasi yang harus dinomorsatukan oleh Hefriansyah, karena menyangkut anggaran, namun nyatanya tidak dilakukan.

“Bagaimana anggaran itu bisa berjalan dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik, kalo sistemnya tidak baik. Sampai hari ini, pejabat eselon III dan IV yang merupakan tulang punggung sistem administrasi belum ada. Tidak mungkin terlaksana program dan kegiatan pemerintah dapat berjalan dengan baik, tanpa pejabat eselon III dan eselon IV,” ujarnya ketika ditemui di salah satu warung kopi Jalan MH Sitorus, Selasa (2/5/2017).

Walaupun hanya berstatus Plh, namun hal itu merupakan tanggungjawab atau kepentingan murni seorang pimpinan. Bila Hefriansyah tidak mampu melaksanakan, maka ia meragukan kinerjanya. Terutama kedepan akan ada waktu yang sangat sempit dimana sudah akan memasuki bulan puasa.

“Pada bulan puasa, tentu kinerja tidak maksimal. Setelah Bulan Puasa juga tidak terlaksana dengan baik, maka semua akan mengendap. Kapan lagi program lainnya berjalan. Itu menjadi poin penting. Jadi kalau bahasa-bahasa yang kita dengar, dia nyantai. Siantar ini perlu kerja cepat dan kerja nyata, bukan hanya soal program gusur-menggusur pedagang. Artinya, jangan seremoni-seremoni saja. Butuh kerja cepat dan nyata sesuai dengan visi misinya disaat mencalon,” lanjut aktivis buruh ini.

“Kalau kita bicara waktunya sejak dilantik 22 Februari yang lalu, apa yang sudah dikerjakannya. Siantar semakin semrawut, malam semrawut, siang pun begitu. Tidak lagi tertata dengan baik, jalan-jalan berlobang. Kalau sistemnya semrawut, pengelolaannya pun akan semrawut. Bagaimana mau bicara Siantar lebih mantap, lebih maju dan lebih jaya. Apanya yang mantap, jaya dan apanya yang maju?,” bingung Sukoso melihat kinerja Hefriansyah.

Apabila Hefriansyah tidak cepat dalam bertindak, kemungkinan rakyat Siantar akan turun ke jalan dengan membuat parlemen jalanan. Apalagi, sejak perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu, mulai tahun 2015 hingga saat ini, Siantar tak kunjung memiliki pemimpin yang defenitif.

“Siantar ini sudah cukup lama menderita dengan tidak adanya pucuk pimpinan yang definitif, kita meminta kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)untuk segera mendefinitifkannya. Kalau kinerja Hefriansyah masih tetap buruk, kita akan terus-menerus menggunakan hak kita, akan nada parlemen jalanan. DPRD juga, kalau tak mampu menopang, kita akan turun ke jalan,” tutur pria ini.

“Disini kita menyerukan, kalau kinerja mereka tetap buruk, kita akan membentuk dewan kota. Tokoh masyarakat, para pemikir atau kaum intelektual dan kita sebagai pemerhati, akan meyerukan agar rakyat Siantar bahu membahu untuk mendirikan dewan kota. Kalau kacang lupa kulitnya itu disebut-sebut, bukan itu yang kita inginkan. Yang kita inginkan, kacang tumbuh dan berbuah buat rakyat Kota Siantar,” tutupnya sambil menenggak minuman mineral.

Penulis: ndo. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!