Siantar, hetanews.com - Petrokimia Gresi mengusung visi menjadi perusahaan agrokimia dan pangan yang terintegrasi, berkelanjutan dan berkelas dunia, menggelar pertemuan dengan wartawan Siantar-Simalungun.

Selain untuk silaturahmi dengan Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Sumut 3, Farhan Mustofa yang membawahi wilayah kerja Siantar-Simalungun, pertemuan itu juga digelar‎ dalam rangka mensosialisasikan sistem pendistribusian pupuk.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Sabtu (30/4/2017) mulai sekira jam 13.30 WIB itu juga dihadiri oleh SPDP Sumut 1 dan Sumut 2 yaitu Sugianto Puji Ashari, beserta Humas Petrokimia Gresik Widodo Heru yang langsung turun dari Gresik Jawa Timur.

“Untuk pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian,” tutur pria berkacamata itu.

“Penyalurannya tidak boleh melebihi yang ditetapkan pemerintah. Mengenai alur pendistribusiannya, adalah dimulai dari produsen, lalu ke distributor-distributor, kios-kios resmi. Melalui kios-kios itulah disalurkan ke kelompok-kelompok tani,” bebernya lebih lanjut.

Sedangkan untuk alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi tahun ini, kata Widodo, sangat jelas diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 69 Tahun 2016 tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2017

SPDP Sumut 3, Farhan mengatakan di Kabubapten Simalungun ada 6 distributor, yaitu CV GAUSS, CV Jaya Bersama, CV Mitra Abadi, CV Citra Lestari, UD Desri Tani dan PT Bintang Petani Agro Mandiri. “Di Siantar 1 distributor, yakni Bintang Petani Agro Mandiri,” ujarnya.

Pada pertemuan yang tampak santai namun serius itu, Farhan juga membeberkan alokasi pupuk tahun 2017 di Siantar-Simalungun, yakni pupuk Urea (ZA), pupuk SP 36 atau pupuk tunggal dengan kandungan Phospor (P) yang cukup tinggi dalam bentuk P2O5, dan alokasi pupuk NPK Phonska yang terdiri dari unsure hara Nitrogen, Phospor, Kalium dan Sulfur.

Alokasi ZA di Kabupaten Simalungun ‎untuk tahun 2017 sebanyak 6.207 ton, yang sudah terealisasi sampai dengan 28 April 2017 sebanyak 2.526 ton atau sebanyak 41 persen. Sedangkan Kota Siantar untuk tahun 2017 sebanyak 382 ‎ton, yang sudah terealisasi sampai dengan 28 April 2017 sebanyak 200 ton atau sebanyak 52 persen.

Selanjutnya alokasi pupuk SP 36 di‎ Simalungun tahun 2017 sebanyak 5.205 ton yang terealisasi hingga 28 April 2017 sebanyak 2.246 ton atau 43 persen. Sedangkan alokasi untuk Kota Siantar tahun 2017 sebanyak 362 ton terealisasi hingga 28 April 2017 sebanyak 170 ton atau 47 persen.

Terakhir alokasi pupuk NPK Phonska, di Kabupaten Simalungun sebangyak 13.443 ton, yang sudah terealisasi hingga 28 April 2017 sebanyak 3.453 ton atau 26 persen. Sedangkan di Kota Siantar, alokasinya sebanyak 858 ton, yang sudah terealisasi sebanyak 220 ton atau 26 persen.

Dalam pertemuan yang juga membahas isu pupuk langka, distributor nakal dan sistem pengawasan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi itu, seorang awak media menegaskan bahwa media siap menjadi mitra Petrokimia Gresik dalam mengedukasi petani, dan siap menjadi mitra untuk turut melakukan pengawasan pendistribusiannya.

Sebelum ditutup, Widodo menegaskan bahwa pertemuan hari itu adalah pertemuan awal. Untuk pertemuan selanjutnya akan diatur lagi. Mengenai adanya kejanggalan dalam pendistribusian, kata Widodo, hal itu bisa disampaikan ke Petrocaer: 08001.1.888777 layanan bebas pulsa. Atau SMS ke 0811-344-774. Atau email konsumen@petrokimia-gresik.com.