HETANEWS.COM

Buruh di Medan Sampaikan Lima Tuntutan di May Day

Aksi para buruh di Bundaran Jalan Gatot Subroto. (foto : Ado).

Medan, hetanews.com - Seratusan buruh yang melakukan aksi damai memperingati Hari Buruh (May Day) di Bundaran Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (1/5/2017), menyampaikan 5 poin tuntutan.

Massa aksi yang membawa umbul-umbul dalam aksi berupa spanduk, poster dan sejumlah perangkat aksi menyampaikan orasi dan pernyataan sikap. Secara bergantian menyampaikan aspirasinya melalui pengeras suara yang juga dibawa para pengunjukrasa.

Pengamanan dari Kepolisian dan pengalihan arus lalu lintas terpaksa dilakukan. Sebab, aksi ini nyaris menutup akses jalan dari Jalan Adam Malik dan Jalan Guru Patimpus, bahkan jalan di sekitar aksi.

Sebagaimana disampaikan Koordinator Aksi, Amin Basri, kelima tuntutan buruh Sumatera Utara yaitu, meminta praktek upah murah di Indonesia segera dihentikan. 

"Janji pemerintahan Jokowi-JK janji tinggal janji, buruh masih menderita ditambah dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015. Kebijakan ini kita nilai sebagai kebijakan yang mendukung produk upah murah," ujar Amin.

Kedua, pihaknya mendesak kepada pemerintah Jokowi-JK untuk tidak melakukan revisi terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 13 atahun 2003. Dimana, dalam draf revisi yang diajukan justru akan memperkuat posisi PP Nomor 78 tahun 2015 dimana upah murah dilegalkan.

Buruh juga meminta agar praktek kerja kontrak dan outsourching dihapuskan. "Praktek oautsourching adalah praktek perdagangan manusia, dengan melegalkan pihak ketiga menyalurkan tenaga kerja dan mendapat hasil darinya," ujarnya.

Kemudian, buruh juga menyamapikan agar Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) menggunakan hak diskresinya dalam penetapan upah buruh tahun 2018 dengan tidak mengacu kepada PP Nomor 78 Tahun 2015.

"Kita meminta agar pemberangusan kebebasan berserikat buruh di Indonesia atau union busting tidak terjadi," sebut Amin.

Dengan melihat kondisi ini, khususnya untuk Gubsu lanjut Amin, pihaknya akan  terus melakukan perjuangan hingga akhir tahun jika tidak menggunakan hak diskresinya.

Aksi ini didukung oleh sejumlah serikat pekerja diantaranya FPBI SUMUT, SMI MEDAN, SPMS, FORMAS, HMI FISIP USU, SPI, SPMS, SPIN, FORGAMKA, PERTANIAN UMA, ISPMI, KONTTAS, LBH MEDAN dan SBSI 92.

Massa pun direncanakan akan melakukan aksi bersama di Gelanggang Remaja Jl Sutomo Medan. 

Penulis: ado. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!