Siantar, hetanews.com - Terindikasi ada permainan soal warisan keluarga, Jamilah warga Jalan Kartini No 41, Kecamatan Siantar Barat dilaporkan ke Polres Siantar.

Bukan hanya Jamilah saja yang dilaporkan dalam hal ini, Lurah Bantan yakni Ismono juga dilaporkan ke Polres yang diduga telah memberikan keterangan palsu.

"Saya melaporkan adik kandung saya (Jamilah) atas penggelapan sertifikat dan juga Lurah Bantan karena memberikan keterangan palsu. Saya merasa sangat dirugikan dalam hal ini," ujar Abdul Hadi selaku pelapor yang tinggal di Jalan Kartini, kemarin.

Sementara itu, Ismono menyangkal kalau tanda tangan yang tertera di surat ahli waris itu adalah tanda tangannya pada tahun 2013.

"Lurah itu (Ismono) tidak mengakui kalau itu tanda tangan dirinya. Padahal tanda tangan itu sudah berada di atas materai 6.000. Makanya saya heran dengan Lurahnya itu masa tidak diakuinya. Bahkan, Lurahnya juga susah sekali untuk dijumpai," ucap Hadi kesal.

Lanjutnya, pihak Ismono juga melayangkan surat kepada penggugat yang isinya bahwa Ismono tidak mengetahui tentang surat ahli waris yang telah ditanda tangani pada tanggal 5 Juli 2013 dan diketahui Camat Siantar Barat.

“Saya yang merasa dikhianati oleh adik sendiri (Jamila) atas penggelapan sebuah dokumen. Tapi Jamila tidak pernah mengakui kalau dokumen itu disimpannya. Saat kami tunjukkan surat hibah ke Pengadilan Agama, dengan sendiri itu tidak bisa menjadi barang bukti,” ujarnya.

“Saya juga melaporkan penggugat yang lainnya, bernama Nia. Ini karena Nia pernah membuat pernyataan pada tahun 2015 yang mengatakan "dengan sebenar-benarnya saya tidak pernah menuntut dan menggugat warisan atau memberi siapa pun untuk menggugat warisan yang berada di Jalan Kartini tersebut".

Namun tanpa disadari oleh Hadi, Niar malah menuntut lagi hak warisan tersebut. "Dia (Nia) malah menuntut lagi hak warisan tersebut, padahal di situ tidak ada bagian dia lagi," pungkas Hadi.

Dirinya juga menyesali pihak dari majelis hakim pada saat persidangan di Pengadilan Agam (PA). Majelis hakim tidak menghadirkan Lurah Bantan yang menandatangani surat.

"Dan majelis hakim menyatakan kalau surat yang telah diantarkan oleh pengacara dari Ismono itu tidak berlaku," ucapnya.

Hadi juga akan melaporkan Majelis Hakim tersebut ke Komisi Yudisial (KY), karena ada hal-hal yang tidak masuk akal dalam kasus itu (warisan).

"Karena putusan hakim tidak ada yang berdasarkan undang-undang (UU),” tandasnya.