Labuhanbatu hetanews.com - Sejumlah warga kalangan kelas menengah ke bawah di Kota Rantauprapat dari berbagai profesi pekerjaan, seperti pedagang, buruh bangunan, supir angkut dan betor lebih memilih kebijakan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap atas pemberian pakaian seragam sekolah secara gratis dari pada program bantuan mahasiwa prestasi yang sudah diterapkan pemerintahan sebelumnya.

"Terbantu kali kami jika pakaian seragam sekolah gratis diberikan pemerintah. Apalagi anak saya 3 orang masih sekolah di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ketimbang bantuan beasiswa prestasi, yang hanya dirasakan sebagian orang saja," ungkap Ratna (48), Minggu (30/4/2017) di Pasar Gelugur Rantauprapat.

Menurut pedagang sayur ini, dengan diterapkannya program bagi seragam sekolah tingkat SD dan SMP dapat dirasakan langsung banyak masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

"Zaman sekarang ini pakaian seragam sekolah itu sangat membantu. Apalagi seperti pedagang sayur seperti saya. Dan ini sangat saya dukung," bilang Ratna.

Hal serupa juga dikatakan Torkis (40). Pria yang kesehariannya membawa betor ini lebih memilih program pembagian seragam sekolah gratis ketimbang pembagian beasiswa.

Sebab, menurutnya pembagian seragam sekolah lebih banyak dirasakan masyarakat ketimbang bantuan beasiswa.

"Bagi saya orang miskin untuk bisa makan dan menyekolahkan anak sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) saja sudah syukur. Kalau untuk kuliah saya suruh anak kerja sambil kuliah. Makanya saya dukung pembagian seragam sekolah itu. Karena tahun ini anak saya lulus SD butuh pakaian sekolah," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Gerakan Masyarakat Labuhanbatu, Amin Wahyudi Harahap sependapat dengan kebijakan Pemkab Labuhanbatu atas pengalihan bantuan beasiswa mahasiswa menjadi program pembagian seragam sekolah tingkat SD dan SMP secara gratis.

Alasannya, kata Amin program beasiswa saat ini sudah dilarang oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 14 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Permendagri Nomor 32 tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah.

"Saya setuju program beasiswa dialihkan menjadi bantuan pakaian seragam sekolah gratis. Apalagi saat ini di media sosial (medsos) banyak masyarakat lebih memilih pembagian seragam sekolah gratis dari pada bantuan beasiswa mahasiswa. Perhitungannya mana lebih banyak jumlah mahsiswa atau jumlah siswa tingkat SD dan SMP. Atas dasar itu lah, masyarakat lebih memilih program beasiswa dialihkan menjadi bantuan seragam sekolah," tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini Pemkab Labuhanbatu terbentur untuk meneruskan program bantuan beasiswa. Dimana saat ini program itu sudah bertentangan dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 206 tentang perubahan kedua atas Permendagri Nomor 32 Tahun 2011.

Atas hal itu, akhirnya Pemkab Labuhanbatu mengalihkan program tersebut menjadi pemberian seragam sekolah gratis untuk tingkat SD dan SMP.