HETANEWS

Cara Djarot Panggil Legenda Arsenal: Rey, Mrene...mrene...

Legenda Arsenal, Ray Parlour, membubuhkan tandatangan di atas punggung pada kaos yang dikenakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, di RPTRA Semper Barat, Jakarta Utara, 29 April 2017. TEMPO/Friski Riana

Jakarta, hetanews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan lapangan futsal bersama legenda Arsenal, Rey Parlour, di ruang publik terpadu ramah anak atau RPTRA Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu, 29 April 2017.

 

Dalam acara peresmian RPTRA, Djarot menjajal arena olahraga itu dan bermain bersama anak-anak.  Djarot dan Rey mencoba lapangan futsal dengan rumput sintetis itu. Namun, sebelumnya, Djarot maupun Rey harus melakukan sesi foto bersama.



Dalam sesi foto ada pejabat pemerintah DKI, Arsenal Foundation, dan Yayasan Sayangi Tunas Cilik. Ketika semua sudah siap berpose, hanya Rey yang belum berada di barisan itu. Ia sedang melayani permintaan foto dari anak salah satu anggota Arsenal Foundation. Kemudian, Djarot pun memanggilnya. "Rey! Take a picture," kata Djarot.

Sayangnya, Rey tak mendengar panggilan Djarot. Akhirnya, Djarot pun memanggil Rey dalam bahasa Jawa. "Rey! Mrene, mrene (ke mari)," ucapnya sembari melambaikan tangan ke arah Rey yang masih berfoto.



Rupanya, panggilan Djarot itu malah mendapatkan respons dari Rey. Mantan pemain tengah Arsenal itu pun menghampiri Djarot. Sontak, semua orang yang sudah bersiap foto menjadi tertawa. Sesi pemotreran itu sendiri berlangsung lancar.

Rey berada di Jakarta sejak Jumat, 28 April 2017. Ini merupakan kunjungannya yang ketiga kali di Indonesia. Sejak kemarin, ia melakukan sesi pelatihan terhadap para pelatih sepak bola Indonesia. Nantinya, para pelatih tersebut akan mengajarkan anak-anak untuk mengembangkan sepak bola.



Selain itu, lapangan futsal di RPTRA Semper Barat yang bertaraf internasional juga merupakan hasil kerjasama Pemprov DKI, Arsenal Foundation, Yayasan Sayangi Tunas Cilik, dan Save The Children.

Menurut Djarot, ada beberapa nilai kekuatan sepakbola yang bisa diterapkan sejak usia dinj. Sepak bola, kata dia, dapat membentuk karakter anak untuk bermain dan bertanding secara adil. Nilai-nilai tersebut bisa ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak dapat bergaul dan bertanding tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras. "Fair play and no racism," kata Djarot.

sumber:tempo.co

Editor: edo.