Humbahas, hetanews.com - Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas), AKBP Nicolas A Lilipaly angkat bicara terkait dugaan ketidakwajaran pasca tewasnya narapidana (napi)  Rumah Tahanan (Rutan) Doloksanggul Klas II B, Rahmadsyah Nasution (40), Selasa (25/4/2017) sekira pukul 18.00 WIB. 

Nicolas  kepada awak media mengatakan, bahwa informasi terkait dugaan penganiayaan terhadap Rahmadsyah tidak disangkal pihaknya.

Namun pihaknya harus melakukan penyelidikan sebab tewasnya napi kasus narkotika itu. Hal itu berdasarkan keterangan para penghuni Rutan yang dimintai keterangan saat kejadian. 

”Jadi kita tidak tinggal diam terkait tewasnya Rahmadsyah. Kita telusuri dan selediki kematiannya. Dan, para saksi sudah kita periksa. Namun kita menemukan jalan buntu karena korban harus diotopsi, untuk mengetahui penyebab tewasnya," ungkap Kapolres, Sabtu (29/4/2017).

Menurut Kapolres , pihaknya juga ikut menghantarkan jenazah ke kediamannya di Jalan Pipit, Medan Mandala. Namun keluarga tidak mengizinkan Rahmadsyah untuk diotopsi. Dengan alasan mereka sudah mengikhlaskan kepergian Rahmadsyah dan tidak mau menuntut siapapun yang menjadi penyebab kematiannya," ucapnya.

Jenazah Rahmadsyah saat berada di RSUD Doloksanggul. (foto: Akim Purba)

Mantan Kepala Sub Direktorat III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Poldasu) itu mengakui telah memberitahukan rincian laporan tersebut ke atasannya yakni Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rahmadsyah, napi yang menjalani hukuman di Rutan Kelas II B Doloksanggul, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di ruang ICU RSUD Doloksanggul, Selasa (25/4/2017) sekira pukul 18.00 WIB. 

Menurut salah satu kerabat keluarga, Rahmadsyah diduga disiksa dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Sumber yang layak dipercaya mengatakan penganiayaan diduga dilakukan oknum Kepala Rutan, Eduard Sumitro Simatupang. Sementara napi yang turut terlibat yakni Jekson, Putra, Hutasoit dan Safaruddin.  

Jenazah Rahmadsyah akhirnya dijemput pihak keluarga pada Rabu (26/4/2017) dan turut didampingi petugas Rutan.