Asahan, hetanews.com - Pemkab Asahan melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) telah menyiapkan 200 lebih lapak bagi para pedagang Kaki lima (PKL) yang akan dipindahkan ke pasar tradisional di Jalan Kartini. 

"PKL yang akan dipindahkan, di antaranya berada di Jalan H Misbah-Jalan Teuku Cikditiro, Jalan Misbah-Jalan Veteran dan Jalan Misbah-Simpang Veteran/Masmansyur,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Isyah Harahap didampingi Kadis Diskoperindag, Supriyanto saat meninjau lokasi di Pasar Kartini, Jumat (28/4/2017). 

Isyah mengatakan, telah memberi surat pemberitahuan bagi PKL yang berdagang menggunakan jalan umum.

"Kita sudah memberi tahukan melalui surat pemberitahuan dan diberikan batas waktu untuk mengosongkan jalan-jalan yang digunak untuk berdagang sampai tanggal 4 Mei 2017 ini. 

Sementara itu, Supriyanto mengatakan telah menyiapkan lokasi yang lebih nyaman dan layak dibandingkan lokasi sebelumnya.

"Kita menyediakan 200 lebih lapak bagi PKL di Pasar Kartini. Dimana pedagang yang terdata hanya 200 orang saja,” ujarnya. 

Kadis Diskoperindag Asahan didampingi Kasat Pol PP saat meninjau lokasi yang dibersihkan untuk para pedagang kaki lima yang akan di pindahkan ke pasar kartini. (foto: Heru) 

Terkait kemauan pembeli untuk membeli di pasar baru ini, Supriyanto mengatakan, dengan sendirinya bila semua pedagang bersedia pindah, maka pembeli akan datang untuk membeli dagangan mereka.

Kembali ditanya akan tanggal pasti pemindahaan pedagang ke Pasar Kartini, Supriyanto mengatakan, pihaknya menunggu petunjuk BupatiAsajan  yang saat ini sedang umroh.

"Pasti dilakukan pemindahan para PKL ke lokasi yang baru di Pasar Kartini,” ujarnya. 

Secara terpisah, Sugi pedagang sayur mayur di Jalan Misba mengatakan, mereka sudah puluhan tahun berdagang di sini, kok baru sekarang dipindahkan.

"Apakah pemerintah bisa menjamin dengan pindahnya kami berdagang ke lokasi baru. Apakah ini juga berdampak baik dengan dagangan kami? Kalau tidak laku, apa tanggung jawab pemerintah sama kami?," ujar Sugi.