Siantar, hetanews.com -  Memalukan. Satu kata yang cocok atas kinerja pemerintahan di Pemko Siantar. Bagaimana tidak, kinerja pemerintahan di Pemko Siantar berada di posisi buncit. Di posisi 89 dari 93 kota di seluruh Indonesia.

Peringkat ini merupakan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800-35 tahun 2016 tentang penetapan peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara nasional tahun 2014.

Untuk di Provinsi Sumatera Utara, peringkat Kota Siantar berada di paling bawah. Dibawah Kota Medan (peringkat 37), Tebingtinggi (54), Tanjungbalai (71), Binjai (74) dan Sibolga (83). Bahkan, posisi Kota Siantar adalah paling buncit untuk kategori Kota di Pulau Sumatera.

Menanggapi hal tersebut, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Siantar, Leonardo Simanjuntak bahwa penilaian tersebut bukan hanya dari pemerintahan saja. Namun, menyeluruh (integritas) seperti aspek pembangunan, aspek kemasyarakatan, aspek keuangannya.

“Penilaian itu kan secara keseluruhan, jadi bukan hanya bagian pemerintahan saja. Ini menyangkut semua penyelenggaraan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Terintegritaslah. Kalau masalah peningkatan, kita lihat dulu di SKPD mana yang diprogramkan peningkatan-peningkatan itu. Nah, ini kita lihat kembali apa yang mereka sampaikan program-program di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu. Kan semua program SKPD ada disitu, itulah kita lihat,” ujarnya Kamis (27/4/2017).

Mengenai masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Siantar dari tahun 2015 hingga 2017 yang Kota Siantar dipimpin oleh Penjabat (Pj) dan Pelaksana tugas (Plt), Leonardo menyakini dan menegaskan bahwa hal tersebut tidak berdampak akan pemerintahan.

“Gak terganggu pemerintahan itu. Gak ada kaitannya dengan itu. Karena kita membahas program kita itu bersama dengan DPRD,” lanjutnya.

Setelah muncul surat dari kementrian tersebut, Pemko Siantar langsung melakukan evaluasi dan belajar dari pemerintahan-pemerintahan yang meraih peringkat teratas. Hal ini sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan di Kota Siantar

“Setelah muncul dari Kementrian itu tahun 2014, kita langsung evaluasi. Pasti di evaluasi. Kemudian, indikatornya apa untuk meningkatkan, kita pelajari kembali apa indikatornya. Sama seperti yang diperoleh Jawa Timur nomor urut1. Di bidang mana mereka percepatan,” tutup Leonardo.